Ini Temuan DPRD Prov. Jambi Sidak ke PT. Jebus Merangin

MERANGIN – PT. Jebus, Perusahan yang berjalan di bidang Olahan kayu untuk membuat bahan baku Triplek, kembali berulah, PT. Jebus yang beroperasi di Desa Nalo Baru, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin ini disidak oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Izhar Majid (Montok) Jum,at (20/03/20).

Kepada netizenews.co.id Izhar Majid mengatakan, banyak sekali temuan pelanggaran yang di lakukan oleh PT. Jebus, mulai dari pembibitan yang tidak jelas, hingga pengolahan kayu untuk bahan baku triplek tidak sesuai dengan SOP.

“Iya Banyak sekali temuan di PT. Jebus itu saat kami sidak kemarin, “Kata Izhar Majid.

Izhar Majid juga menambahkan, selain sistem yang amburadur kami juga mendapat laporan dari karyawan bahwa pihak perusahaan tidak membayar gaji selama dua bulan. Ungkap Montok lagi.

Terpisah Anggota Komisi III Anggota DPRD Provinsi Jambi Fraksi PKB Juanda, meminta kepada pihak PT . Jebus agar mengurus semua sesuatu yang merupakan syarat mendirikan Perusahan yang bergerak di bidang olahan kayu ini.

“Kami minta kepada managemen PT. Jebus agar melengkapi seluruh persyaratan, mulai dari pembibitan hingga SOP dalam pengolahan kayu ini kalau tidak PT. Jebus ini akan kita jegal, dan PT. ini akan kita awasi terus” Jelas Juwanda.

Selain itu pihak PT. Jebus silahkan bayar gaji karyawan yang belum di bayar selama dua bulan, kalau belum di bayar juga silakan laporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Merangin.

“Kepada pihat PT. Jebus silahkan selesaikan masalah gaji karyawan yang belum di bayar” Jelasnya lagi.

Tidak ketinggalan Madi Humas PT. Jebus saat di konfirmasi mengatakan memang ada Komisi III DPRD Provinsi Jambi sidak jum’at kemarin, dan dirinya membenarkan bahwa perusaan Jebus banyak temuan.

“Iya memang banyak temuan, dan masalah pembibitan memang salah juga, “Katanya.

Ditanya persoalan Hak karyawan di perusaan Jebus, dirinya juga membenarkan bahwa sudah dua bulan karyawan termasuk dirinya belum menerima hak selama dua bulan.

“Kalau itu memang benar, kalau untuk karyawan yang harian sudah terima, tapi kalo yang seperti kami belum menerima gaji selama dua bulan, “Jelasnya.

(ya)