IBI Menggelar Rapat Kerja Cabang Sarolangun Ke-VI

121

SAROLANGUN – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sarolangun, Selasa (05/03/2019) menggelar rapat kerja Cabang VI di Aula kantor Dinas Kesehatan.

Kegiatan itu dibuka oleh Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Jambi, Tati Nurti, yang dihadiri rombongan PD IBI Provinsi Jambi, Penasehat IBI Sarolangun, Ketua IBI Cabang Sarolangun Masnah serta jajaran pengurus, dan pengurus ranting IBI dari seluruh Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sarolangun.

Ketua Panitia Pelaksana, Eka Semaya, dalam laporannya mengatakan pelaksanaan rakercab ini mengangkat tema penguatan peran bidan dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga untuk mendukung pencapaian SDGs. Bertujuan untuk meningkatkan konsolidasi dan melakulan evaluasi program pengurus IBI Kabupaten Sarolangun.

“Kita harapkan semoga kedepan IBI Sarolangun semakin lebih baik lagi, tentunya dengan dukungan semua anggota,” katanya.

Ketua IBI Sarolangun, Masnah, mengatakan kegiatan rakercab ini dilaksanakan untuk merumuskan serta melakukan evaluasi terhadap program kepengurusan IBI priode 2013-2018. Tujuannya agar keberadaan IBI dapat memberikan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat Sarolangun, khususnya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi pada proses persalinan.

“Tujuannya kita ingin, seluruh pengurus IBI dapat memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu Ketua IBI Provinsi Jambi, Tati Nurti mengatakan pelaksanaan rakercab ini memang sangat penting dilaksanakan oleh pengurus IBI di setiap daerah. Sebab, kegiatan ini tentu dilakukan evaluasi dalam kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh pengurus, sesuai amanat dalam terkandung AD/ART IBI Indonesia.

“Kita harus mengevaluasi apa saja yang sudah kita laksanakan, dan kita ketahui angka kematian ibu dan bayi memang masih tinggi. Yang salah satu faktornya adalah kualitas pelayanan dan akses pelayanan bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, katanya, tujuan pembangunan kesehatan bahwa masyarakat harus diberdayakan, dari yang tidak tahu menjadi tahu, begitu juga dari yang tidak mampu menjadi mampu. Pemberdayaan itu katanya bisa dilaksanakan jika memiliki akses pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Ada beberapa hasil kongres yang perlu kita lakukan, dan kerja sama kita dengan BPJS ini perlu kita diskusikan. Mudah-mudahan rakercab bisa mengevaluasi kegiatan apa saja yang dilakukan, karena Musda akan dilakukan akhir Desember mendatang,” katanya.

(Afdol)