Hanya Calon Presiden dan Wakil Presiden di Fasilitasi Iklan oleh KPU

38

SAROLANGUN – Rapat koordinasi kampanye pemilihan umum serentak Rabu 17 April 2019 bersama awak media massa. Dengan dikeluarnya petunjuk tekhnis (juknis) tentang pemilu tahun 2019 terkait fasilitasi penayangan iklan kampanye melalui media massa yakni media cetak, TV, Radio, dan media Online bagi peserta pemilu, di Aula KPU Sarolangun, Jumat (22/3/2019).

Anggota KPU Komisioner  Ali Wardana mengatakan, petunjuk tekhnis nomor 581 tanggal 5 Maret tahun 2019 mengamanatkan bahwa KPU Kab/Kota tidak diberi kewenangan melakukan fasilitasi penayangan iklan kampanye melalui media bagi peserta pemilu.

Jadi melalui juknis ini pendanaan dana kampanye itu disesuaikan dengan kemampuan anggaran negara untuk itu kepada peserta pemilu baik itu DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, bisa membuat iklan sendiri karena kami telah dibatasi oleh juknis 581, ujar komisioner.

Jadi keluarnya juknis ini mengacu kepada undang undang no 7 tahun 2017 tentang pemilu, kemudian dengan turunannya PKPU no 33 tahun 2018 tentang perobahan kedua atas PKPU no 23 tahun 2018.

Ali Wardana juga mengatakan, peserta pemilu yang dipasilitasi iklan adalah pasangan Presiden dan Wakil Presiden oleh KPU RI selama 21 hari.

Jadi anggota DPRD Kabupaten/Kota bisa membuat alat sosialisasi tapi dengan dana sendiri dengan ukuran maksimal satu halaman, terangnya.

Dengan dikeluarkannya juknis 581 tentang fasilitasi penayangan iklan kampanye melalui media massa bagi peserta pemilu membuat para peserta pemilu harus berjibaku mensosialisasikan melalui partai atau juga perorangan sehingga bisa dikenal dan mendapatkan simpatisan dari masyarakat.

(Afdol)