Hafiz Digagalkan Perebutan Kursi Kades Lubuk Sepuh Mengaku Tidak Terima

69

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Dalam hidup dunia ini tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan, sementara persoalan yang besar dapat diperkecilkan, dan persoalan yang kecil dapat di selesaikan secara baik, selagi ada (keinginan-red) untuk menyelesaikannya. Dalam hidup didunia ini ada 2 (dua) hal yang tidak dapat di ubah yakni, Al-Quran dan Hadiz.

Sepertihanya persoalan, Minggu (25/02 2018) pada pencalonan kepala desa Lubuk Sepuh yang tidak lolos dalam persaratan. Hafiz dan warga mendatangi camat Pelawan meminta penjelasan tentang tugas kepanitiaan pilkades PAW desa Lubuk Sepuh, ingkat cerita akhirnya  Hafiz dan beberapa warga lubuk sepuh Menemui  Camat Pelawan di kediamannya.

Dari hasil pertemuan dengan camat Pelawan Hudri timbul suatu perdebatan kecil tentang permasalahan  ketidak absahan salah satu persyaratan yang diajukan oleh Hafiz kepada panitia pelaksana yang dibentuk oleh BPD Desa Lubuk Sepuh.

Seperti yang di beritakan sebelumnya, Hafiz kepada para awak media, sabtu kemarin ,  mengaku tidak terima atas digagalkannya untuk ikut bertarung dalam merebut kursi kades Lubuk Sepuh.
salah satu bahannya tidak diterima hanya karena dalam satu surat yakni Surat Keterangan dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Pelawan terdapat perbedaan pada nomor surat yang bertuliskan LAD dan sementara didalam isi surat tertulis Singkatan LAM.

Dengan rasa tidak puas bahannya di tolak, Hafizpun bersama rekannya mendatangi rumah Camat Pelawan,  Hudri menyampaikan perihal tersebut,  pada Sabtu Sore ( 24/02/2018)
Disana Hafiz bersama rekannya menyampaikan ketidak terimaan atas penggagalan dirinya bisa mencalonkan diri,  dan meminta camat untuk mencarikan solusinya,  karena dirinya tidak ingin ada konflik ditengah masyarakat.

”Mencari solusi jalan keluarnya, memang wewenang penuh tidak ada dengan (camat. red),  tapi pak camat bilang mau menunggu hasil laporan secara tertulis dari panitia. Kami harap camat berlaku bijaksana dan sesuai aturan sehingga tidak terjadi konflik bahkan anarkis.  Kalau memang tak ada solusi kami siap ke meja hijau, “tegasnya.

Camat Pelawan Hudri saat diwawancarai para awak media mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui perihal tersebut setelah disampaikan laporan secara lisan dari hafiz. Ia menegaskan persoalan ini akan segera dimediasikan dengan panitia pelaksana,  karena dirinya memiliki kewenangan selaku pengawas di Kecamatan Pelawan.

”Hari ini baru dapat informasi secara lisan,  dan secara tertulis belum ada dari panitia pelaksana.  Ini PP 65 dan perbup no 10 tahun 2016 menjadi panduan kita. kita selaku pengawas nanti akan mengkoordinasikan dengan panitia,  pilkades paw sebab didalam draft pp 65 ini kewenangan penetapan itu ada ditangan panitia dan disyahkan oleh BPD setempat,”ungkap hudri.

Hudri  juga meminta agar persoalan ini tidak menimbulkan konflik sehingga mengganggu kabtimmas Di Desa Lubuk Sepuh, dan ia berkomitmen akan mencari solusi terbaik dari persoalan ini. kita akan coba mencari solusi yang baik atas masalah ini,  jelasnya ini ada ditangan panitia prosedurnya dan mekanismenya,  ini kembali kewenangan ditingkat kecamatan mencari solusi, kalau tak selesai kita akan koordinasi di tingkat kabupaten dinas PMD

sekarang kan baru dari calon menyampaikan dan kita juga tunggu laporan dari panitia secara resmi ke kecamatan,  tentu akan kita tindak lanjuti laporan lisan ini tidak lolos sebagai calon,  dan kita terima, mereka menyampaikan tidak terima atas ditetapkan gagal dalam pencalonan,”jelasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana PAW Pilkades Lubuk Sepuh,  Ibnu Hajar, saat dihubungi awak media mengaku prosedur PAW Pilkades sudah dijalankan dengan baik,  mulai dari tahapan pendaftaran hingga verifikasi kelengkapan bahan hingga penetapan calon.

” atas nama Abdul Hafiz gagal,  sesuai aturan yang ada permen dan perda,  jadi disitu penutupan tanggal 20, dan masa perbaikan dan perlengkapan bahan tanggal 21-22, dan bahannya dihitung lengkap, verifikasi bahan kecocokan syarat pendaftaran.  izin sekda provinsi,  saya turunkan tiga orang anggota bersama pak Hafiz, dan kemudian ada LAD dan LAM, dan itu tidak ada keseragaman.

Lantas soal perbedaan Lad dan LAM ini, pihaknya langsung mempertanyakan dengan ketua LAM Kecamatan pelawan,  Ismail. apakah surat keterangan LAM ini sah atau tidak,  dan memang benar ada mengeluarkan surat itu.
”jadi kami pertanyakan kepada ketua lembaga adat.

(JRY)