Gus Nur : Kalau Ngomong Rohingya dikira “Ngoyang” Presiden

46

NETIZENEWS.CO.ID/JAKARTA-Gus Nur da’i asal Banten yang terkenal dengan dakwah dalam kubur menyatakan keprihatinannya yang sangat mendalam tentang tragedi pembantaian umat Islam di Rohingya. Gus Nur cuma bisa ngempet  tidak bisa berbuat apa-apa. Hatinya cukup terhibur dengan adanya bantuan dari negara Turki dan negara lain. Berbeda dengan para pemimpin kita.

Gejolak dan aksi apapun tentang Rohingya, itu murni gelegak jiwa sesama muslim, tidak ada hubungannya dengan goreng menggoreng pemerintah, dan tragedi yang menimpa saudaraku muslim di Rohingnya, itu sudah klimaks dan musnah nilai peradaban sebagai manusia, jadi jangan naifkan dengan bahasa kemanusiaan atau prikemanusiaan….

Kalau bom panci meledak semua mengutuk sangat keras, apalagi kalau pelakunya berjilbab, padahal juga tidak ada korbannya, padahal bisa juga jilbabnya palsu, tapi kutukannya bagaikan banjir bandang Nuh, kalau gereja meledak semua mengutuk dengan keras, kalau ummat islam bereaksi langsung dikutuk, dituduh mengancam NKRI, intoleran, mengancam bhineka tunggal ika, dll. Tapi non islam yang beringas semua sibuk ber-opini menyuarakan HAM dan kemuanusiaan….

Pak Tito dan Pak Lukman Hakim dan semuanya… Kalau belum bisa berjihad dengan harta, belum bisa berjihad dengan kekuasaan dan jabatan, bahkan belum bisa berjihad dengan sekedar doa, minimal tolong diamlah…. Jangan jejali kami dengan opini dan pedapat yang hanya menyesakkan dada saja…. [ank]