Dua Wartawan Luka-Luka Dikeroyok Sekelompok Orang Saat Liputan 

958

BUNGO- Dua orang Wartawan Liputan Bungo harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Hanafie Muara Bungo setelah dikeroyok sekelompok orang saat meliput dugaan kegiatan ilegal di SPBU di Jalan Lingkar arah Bandara Bungo, Sabtu 29 Mei 2021 / Sabt 17 Syawal 1442.

Kedua Wartawan yang jadi korban pengeroyokan tersebut adalah Pitriadi Wartawan Jambione, dan kontributor TVOne wilayah Bungo
Taufik Iskandar.

Menurut kererangam Pitriadi dan Taufik, mereka dikeroyok
sekitar 20 orang saat melakukan investigasi terhadap kegiatan di SPBU. Sebelumnya mereka mendapatkan informasi dari masyarakat di SPBU itu terjadi kegiatan pelangsir bahan bakar.

Keduanya lalu mendatangi SPBU tersebut. Ternyata memang ada sebuah truk yang baknya sudah dimodifikasi tengah mengisi BBM. Kabarnya BBM tersebut akan dilangsir ke salah satu perusahaan Bati Bara di Bungo.

” Kami sudah minta izin kepada sopir truk itu untuk mengambil gambar. Dan dia mengizinkan. Makanya kami berdua langsung mengambil gambar,” kata Pitriadi.

Namun, tak berapa lama kemudian datang petugas SPBU dan sejumlah orang. Sambil marah marah langsung menyerang dan memukul keduanya. ” Kami dipukul dan diinjak injak, padahal kami sudah memberitahu bahwa kami Wartawan,” katanya.

Akibat pengeroyokan tersebut keduanya mengalami luka-luka memar dan robek di wajah.

Saat ini kedua Wartawan tersebut tengah terbaring di IGD RSUD Hanafie Muara Bungo untuk mendapatkan perawatan medis.

Pemimpin Redaksi Janbione Paisal Kumar sangat menyayangkan aksi kekerasan yang dilakukan pihak SPBU terhadap Wartawan Jambione dan TV One. Menurut dia, ini merupakan perbuatan kriminal. Karena dalam melaksanakan profesinya sebagai Wartawan mendapat perlindungan hukum.

” Pasal 8 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan bahwa dalam melaksanakan profesi Wartawan mendapat perlindungam hukum,” jelasnya.

Kemudian pasal 18 dijelaskan setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 500 juta.

” Kita akan laporkan kejadian ini ke Polres Bungo. Kita minta pihak ke Polisian mengusut tuntas kasus ini. Selain menghalang halangi tugas Wartawan, ini juga merupakan tindak pidana pengeroyokan yang diatur dalam pasal 170 KUHP. Ini bukan merupakan delik aduan. Pihak ke Polisian harus segera meringkus pelaku,” tegasnya.

(Tim)