Dua Unit Mobil Dinas Pemkab Sarolangun, Diduga Raib Digelapkan Mengunakan Plat Palsu

265


NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Mobil dinas Pemerintah Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi -Indonesia rata-rata mengunakan dua/ganda plat nomor dalam satu unit mobil, ini sudah menjadi rahasia umum, yang asli mengunakan plat merah dan yang satunya lagi diduga mempunyai plat cadangan yakni nomor plat palsu plat pribadi/ hitam, kejadian ini sepertinya hanya terjadi di Kabupaten Sarolangun.

Seperti halnya dengan dua kejadian dugaan pengelapan kendaraan dinas Dukcapil, yang jenis kendaraan Mitsubishi Astrada, warna merah Solide, tahun rakitan 2011, dan demikian juga dari dinas PU & Pera dengan jenis kendaraan Toyota Hilux, berwarna merah, tahun rakitan 2013.

Dua unit mobil dinas Pemerintah Kab. Sarolangun yang diduga mengunakan plat paslu ditahun yang sama yakni tahun 2016 diduga raib digelapkan dengan modus yang berbeda.

Menurut informasi yang dihimpun netizenews.co.id, mobil dinas Dukcapil diduga digelapkan mengunakan plat palsu yang dibawa anak mantan Dukcapil (HS) warga Jambi, dan kendaraan tersebut diambil (DR) dari sahabatnya sendiri anak (HS) secara tertulis, dengan alasan jaminan untuk membayar hutang yang besarnya 50 juta kepada (DR) warga Sengeti, sampai sekarang kasus ini tidak kunjung tuntas, dan sekarang satu pelaku (DR) sudah tertangkap si wilayah hukum Kab. Lubuk Linggau dengan kasus narkoba, dan sebelumnya kendaraan tersebut dijual (DR) pada inisial (B) di Nibung dangan harga 20 juta, namun anehnya anak mantan Kadis Dukcapil (HS) bebas dari jeratan hukum, ini suatu pertanyaan yang menarik buat Kapolsek Jelutung Jambi, karena dalam laporan (HS) kepada Mapolsek Jelutung Jambi tidak menyebutkan kronologi kejadiannya dan juga tidak menyertai nama pemberi unit kepada (DR), yang ada hanya pelapor (HS) dan terlapor (DR).

Dan begitu juga dengan mobil dinas PU dan Pera yang diduga digelapkan oleh kepala UPTD PU dan Pera inisial (I) kepada inisial (R) jenis kendaraan Toyota Hilux, warna merah, tahun rakitan 2013, pada saat itu juga mengunakan palat hitam/pribadi, dengan modus titipan satu unit kendaraan dengan harga 35 juta rupiah kepada (R), sekarang kepala UPTD PU & Pera (I) menjadi buronan penegak hukum Kejaksaan Negeri Sarolangun.

Dan juga dalam informasi yang dihimpun netizenews.co.id, dengan maksud yang sama, mengatakan lantaran mengunakan plat hitam maka mereka berani mengambil dan menerima titipan unit tersebut, bahkan sempat bertanya (R), “mana ada di dunia ini kendaraan mempunyai dua plat nomor, kalau saya tahu itu mobil pemerintah milik negara mana mungkin saya mau menerima titipan unit kendaraan tersebut”, katanya.

[ Jikalau saja Pemkab Sarolangun sedikit berbenah dan tidak segan mengambil hikmah dalam beberapa kejadian dengan berbagai modus pengelapan, dangan dalih kendaraan  plat hitam/ pribadi, agar kedepannya kendaraan dinas milik rakyat bisa terselamatkan.]

(Sopyan Abusro)