Dua Perusahaan Batu Bara Di Demo Warga Rangkiling Mandiangin

118

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-PT Seluma Prima Coal (SPC) dan PT Marlin Serantau Alam (MSA) didemo puluhan orang warga Desa Rengkiling dan Rengkiling Simpang, Rabu pagi ( 24/01/2018). Dua perusahaan tambang batu bara di Kecamatan Mandiangin tersebut diduga telah mencemari lingkungan. Warga juga menuntut PT Universal Suport (US) selaku kontraktor, ikut bertanggung jawab.

Asmara, dari Forum Pembela Rakyat (Forpera), dalam orasinya menuding pihak perusahaan mengabaikan kelestarian lingkungan. Katanya, semenjak beroperasinya perusahaan tambang tersebut kondisi air sungai Singomai yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari tercemar. “Perkebunan karet dan batang durian warga juga banyak mati,” ujarnya
Ia meminta pihak PT SPC, PT MSA dan PT US untuk bertanggung jawab pada kerusakan lingkungan yang terjadi.

Setidaknya ada 10 tuntutan yang disampaikan koordinator lapangan, mulai dari pemberikan dana CSR buat warga di sekitar perusahaan, membuat BPJS gratis bagi warga yang terdampak aktivitas tambang batu bara , membuat kolam ikan untuk warga karena sungai tercemar, sampai membuka lapangan kerja untuk warga Rengkiling dan Rengkiling Simpang

“Kami juga menuntut perusahaan untuk menghentikan sifat monopoli untuk kepentingan pribadi, dan kepada Pemkab kami harapkan membantu masyarakat Rengkiling menuntut hak-haknya,” kata Asmara.

Pihak perusahaan juga dituntut untuk menghentikan aktivitas tambang batu bara  sebelum ada kejelasan tentang penyelesaian masalah yang terjadi. Namun, setelah negosiasi yang difasilitasi Polres Sarolangun dan pihak Tripika Kecamatan Mandiangin, tuntutan tersebut tidak bisa dikabulkan.

Koordinator Administrasi selaku perwakilan pihak perusahaan, Nur Syamsi, meminta waktu tiga hari, untuk melakukan pertemuan antara pimpinan perusahaan dengan warga di Mapolres Sarolangun pada Sabtu mendatang.
“Nanti kita mediasi pada hari Sabtu di Polres Sarolangun, dengan dihadiri langsung pimpinan kita,” katanya.

(M. Yunus)