Dua LSM ke Mabes POLRI Lapor Praktek Ilegal Driling di Sarolangun

175

SAROLANGUN – Dua LSM Asal Sarolangun Akan Desak Mabes POLRI Tangkap Pelaku Ilegal Drilling di Mandiangin Kabupaten Sarolangun.

Dua Lembaga Swadaya Masyarakat Asal Kabupaten Sarolangun yaitu LSM Forum Rakyat Cinta Negeri ( FORCIN ) dan LSM Rakyat Peduli Indonesia (RPI), Pada Jum’at sore berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi dan mengantar laporan terkait praktek Ilegal Drilling yang berada di Kabupaten Sarolangun yang sampai saat ini Para pelaku nya masih bebas Berkeliaran.

Hal ini dikatakan oleh ketua Umum LSM Forcin Julius Rangga Saputra pada media ini Sabtu kemari (15/2/2020).

Dikatakan nya, ” kita melihat kegiatan praktek Ilegal Drilling yang berada di KM 51 Sungai Makelah Desa Jati Baru, Kecamatan Mandiangin, sampai saat ini tak satupun para pelaku nya di tangkap oleh aparat kepolisian.”

” Untuk itu kami dari Lembaga Swadaya Masyarakat meminta kepada bapak Kapolri Bisa mengambil alih Terhadap kasus Tersebut.” Sebut Julius

Lebih lanjut di katakan nya ” Insha Allah Pada hari Rabu depan (19/2/2020) kami akan mengadakan aksi Damai di Depan Markas Besar POLRI dan depan Istana Negara.”

” Kami bukan hanya meminta praktek Ilegal itu ditutup tapi kami meminta agar para pelaku nya segerah ditangkap, sebab praktek Ilegal ini telah merugikan Negara Hingga Miliaran Rupiah/Tahun nya, Kita berharap agar kasus yang besar ini bisa ditangani serius oleh Mabes POLRI.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Herman Picher Sekjen LSM RPI, jika persoalan praktek Ilegal Driliing ini di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi bukanlah menjadi rahasia lagi jika praktek ini telah berjalan hingga bertahun tahun, lebih aneh nya lagi praktek Ilegal Drilling di Desa Lubuk Napal Kecamatan Pauh, Sudah beberapa di tutup tapi bukan nya hilang dan tidak beraktivitas lagi, malahan saat ini Aktivitas tersebut Lebih banyak Lagi, tandasnya.

(Afdol)