Dr.Dedek Kusnadi Calon Profesor Bangga Jadi Anak Tukang Kayu

JAMBI – Satu hal yang bisa di jadikan pelajaran adalah kegigihannya. “Sejak dari bangku kuliah dia sudah aktif berorganisasi baik di lingkungan kampus, maupun di luar kampus, hingga tak Jarang Ia turun ke jalan menyuarakan hak – hak rakyat. “Sebagai seorang aktifis mahasiswa, kala itu.

Pada usia nya yang muda Ia, pernah Ikut berkompetisi, maju sebagai calon DPD RI Utusan Provinsi Jambi di Senayan Jakarta – Indonesia.
Namun belum mendapatkan amanah rakyat. Sampai akhir nya mengabdi sebagai akademisi.

Nama Dr. Dedek Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM. Kandidat Profesor muda di bidang kajian publik. “Dosen Universitas Islam Sultan Taha Saifudin Jambi

Dari aktifis mahasiswa, hingga menuju kursi senanayan dan berkarir sebagai akademisi Dr. Dedek Kusnadi.S.Sos, MSi.MM. adalah putra kelahiran Kabupaten Sarolangun. “Anak ke dua dari pasangan suami Istri ayahnda Muhamad Kasim dan Ibu Dasmawati dari kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.

Selain aktif sebagai Dosen ia juga seorang pengusaha serta berperan aktif di Organisasi menjadi Pengurus ( ICMI ) Ikatan Cindikiawan Muslim Indonesia. “Orda Jambi di posisi sekretaris dan Ketua Puskaspol Jambi. Pusat Lajian Politik dan Kebijakan Publik.

Dedek Menilai, “saya pribadi mensyukuri apa yang telah di anugrahkan Allah kepada saya, yang harus saya pertanggung jawabkan, Dunia dan Akherat. Bagi saya menjadi Dosen sudah cukup mencapai cita-cita saya. “Saya sama sekali tidak menyangka, bisa berkarir di dunia akademik. Sebagai pendidik, sama hal nya dengan kakak Perempuan saya yang Pertama juga sebagai pendidik. “Namun saya bersyukur dengan apa yang di takdirkan Allah untuk saya. Sehingga saya dapat membuat kedua orang tua saya tersenyum.

Ayah saya Profesinya adalah Tukang Kayu dan ibu hanya mengurus rumah tangga. Tidak ada yang muluk-muluk untuk cita-cita saya, mengalir saja dengan segala proses nya, bagi saya yang utama adalah dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam khasanah keilmuan untuk Orang banyak terangnya.

Dedek Kusnadi. “Saat di jumpai media sedang Menyampaikan materi dalam acara seminar mahasiswa, ia, mengungkapkan bahwa, pemuda sebagai pilar generasi masa depan bangsa kita harus peka terhadap kemajuan tecnologi yang semakin pesat, oleh karena itu generasi mendatang harus mampu menciptakan iklim pembelajaran dengan menggunakan tecnologi.

Di era saat ini, kita amat di tuntut dalam persaingan global, karena sangat berpengaruh pada metodologi pembelajaran, agar seluruh mahasiswa dapat dengan mudah menyerap apa isi materi yang di sampaikan, terkait materi tentu nya dapat dengan mudah di pahami, karena anak – anak kaum milenial saat sekarang ini lebih kritis dan cerdas, “Jadi hendak lah, “antara dosen dan mahasiswa itu saling berdiskusi tentang perkuliahan,” ucapnya.

Selain tentang materi kuliah ia, juga sering memberikan motivasi, kepada mahasiwa nya. “Ia, selalu menyampaikan pesan, dan gagasan nanti setelah kalian keluar dari dunia kampus tentu nya, kalian akan menghadapi kompetisi dalam dunia kerja yang nyata, bagai mana cara nya kalian mampu melihat peluang dan tantangan kerja. “Ujar Dedek, “Sehingga pesan yang di sampaikan adalah tentang penguatan karakter, sikap itu yang sangat utama dalam berbaur Bersosialisasi dan berinteraksi lah ke tengah – tengah masyarakat.

Selanjut nya adalah hal yang sesuai untuk di jadikan Pedoman bagi kita semua yaitu world class university yang mana jiwa entrepreneur itu di perlukan untuk menggali peluang yang ada, “Motivasi yang terpenting, bagi saya dalam penilayan terhadap mahasiswa, tentu nya saya tidak melihat semata – mata dari kepandayan dan kepintaran yang di miliki mahasiswa tersebut.

Namun saya memberi penilayan dari melihat karakter, keaktifan, kreatifitas daya cipta, Inovasi dari mahasiswa, “yang tentu akan berperan dalam melanjutkan Nawa cita bangsa yang maju dan bangsa yang besar nanti nya. “Tutur Nya.

Di tengah arus teknologi yang berkembang pada saat ini tentu nya secara ilmu pengetahuan juga amat berkembang pesat mengikuti perkembangan zaman. “Saat ini sistem Pembelajaran tidak bisa berfokus hanya kepada pendidik saja, yang sering ia terapkan adalah 50 persen materi pembelajaran 50 persen diskusi mahasiswa.

Kemajuan tecnologi, harus kita ambil dari sisi Positif nya bukan negatif Nya. Kalau sekarang ini dosen terus yang bercerita dan menjelaskan di hadapan mahasiswa tentu hal ini akan dapat membuat mahasiswa menjadi suntuk dan kurang bersemangat dalam memahami isi materi yang kita sampaikan. “Sebalik nya justru kita lah sebagai dosen memacu semangat mahasiswa agar aktif dan semangat dalam membedah materi yang di paparkan.

Ia, melihat profesi dosen adalah guru yang memberikan nilai – nilai luhur serta berkontribusi yang Positif ini mulia, terlebih bisa memberikan ilmu motivasi, jiwa entrepreneur. “yang mana dulu berdasarkan pengalaman sebelum saya berkarir di dunia Pendidikan. Sayang kalau ilmu ini tidak di Implementasikan, “Karena memberi motivasi kepada mahasiswa akan menumbuhkan semangat dan harapan belajar nya.

Pada suatu ketika ibu saya mengatakan kepada saya“ nak, Ibaratkan berburu kepadang datar dapat lah rusa berbelang kaki, Jikalau engkau berguru jangan kepalang ajar, nanti bagai kan bunga kembang tak Jadi. “Percayalah nak,” rejeki itu tidak akan tertukar, Jangan lupa bersukur kepada Allah. “Jikalau ia emas sampai kapan pun takkan pernah berubah menjadi perak, Ia, tetap emas yang berkilau.

“Orang tua saya Selalu mendukung saya, sebagai pengajar doa, kasih sayang dan dorongan semagat yang luar biasa, meski secara ekonomi serta materi hanya seadanya. Namun dari pada itu apa pun yang harus kita lakukan bisa bermanfaat untuk banyak orang.

“Itulah yang membuat saya terus berusaha belajar dengan Sunguh – sunguh karena orang tua saya berhasil membuktikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk Menggapai Pendidikan tinggi.

Dedek, kecil adalah anak yang bandel, sehingga tak jarang selalu di marah oleh kedua orang tua nya.
Suatu hari di kala Ia,”Tak mau bersekolah, Ia” mendengarkan keluh kesah Bapak nya. “Nak beginilah hidup bapak dengan emak seorang yang bodoh dan tidak punya Pendidikan. Cukuplah bapak dan emak saja yang merasakannya. Jangan sampai nanti, anak cucu bapak dan emak mengalami nasib yang serupa seperti ini, di karnakan bodoh dan tidak berpendidikan, makanya, Bagai manapun tekat dan kegigihan, kamu semua Anak – anak bapak, harus jadi Sarjana semua. “Orang yang berpendidikan. “Soal rejeki berhasil atau tidak nya nanti biarlah, “Allah yang menentukan jalan nya nak, perumpamaan kau sedang memanjat sebatang pohon yang sedang berbuah, namun tidak gampang ingin memetik buah Nya, “Oleh karna itu, teruslah kau coba dengan usaha perlahan – lahan, mulai lah memanjat pohon itu dari dahan yang terendah Satu – persatu hingga ke dahan yang lebih tinggi lagi, setelah di ujung nanti, yakin lah kau pasti dapat Merasakan betapa manis buah nya.

Untaian kalimat tersebut benar-benar membakar dan membuat semangat, akan terus berusaha, sejak saat itulah semangat belajar saya muncul tidak pernah merasa minder meski pun bapak hanya lah seorang tukang kayu.

Justru saya sangat bangga bapak saya yang hanya seorang tukang kayu, bisa menyekolahkan saya sampai Doktor, ini luar biasa,” katanya Penuh senyum dan tawa, ketekunan dalam belajar dan doa orang tua akhirnya berbuah manis.
Jangan pernah takut menggapai mimpi, kalau kita sungguh-sungguh pasti akan ada jalan,” ujarnya.

Dr.Dedek Kusnadi,S,Sos, M.Si.MM. adalah satu dari ribuan Potret anak bangsa yang lahir dari keluarga kurang mampu. “Dalam menempuh pendidikan. “Allah tidak pernah tidur, selalu ada jalan yang di bukakan bagi para hambanya yang selalu berusaha, kita tidak pernah tau takdir kita, oleh karna itu Songsong dan terus lah berproses niscahaya akan kita temui jalan nya..
Denga gaya simpele dan candaan usai selesai memberikan materi di hadapan mahasiswa peserta seminar, Ilmu Politik dan pemerintahan Pada Fakultas Syariah Universitas Islam Sultan Taha saifudin Jambi.

(Sopyan Abusro)