Dishut Provinsi Jambi Percayakan Pengelolaan Kebun Sawit Eks PT. Agrindo kepada KTH Alam Rimbo Lestari Sarolangun 

365
Penandatanganan Kerjasama antara Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dengan KTH Alam Rimbo Lestari Sarolangun

SAROLANGUN – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi telah melakukan kemitraan dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Rimbo Lestari dalam pengelolaan kebun kelapa sawit yang sebelumnya digarap dan dikuasai PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa (Agrindo).

Perjanjian kerjasama kemitraan kehutanan dilakukan antara KPHP unit VIII Hilir Sarolangun sebagai Pihak Pertama dengan KTH Alam Rimbo Lestari Desa Lubuk Sepuh Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun sebagai Pihak Kedua, dengan surat perjanjian kerjasama : 533/PKS/Dishut/UPTD-KPHP.1/V/2021, tanggal 31 Mei 2021.

Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Pihak Pertama Budikus Yulianto dan M. Arpan sebagai Pihak Kedua, diketahui Akhmad Bestari, SH, MH  Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dan Arief Ampera Asisten Pemerintahan Pemkab Sarolangun. Dan juga ditandatangani para saksi, yakni Camat Pelawan Deni Subhan, Kades Lubuk Sepuh M. Syargawi, Muhammad dari LSM himpabal dan Penyuluh Kehutanan James Siregar.

Perjanjian kerjasama ini membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kehutanan telah
mempercayakan pengelolaan lahan sawit eks penguasaan Agrindo seluas 38 Hektar lebih itu yang merupakan lahan garapan Agrindo di luar Hak Guna Usaha (HGU) selama belasan tahun.

Dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama kemitraan ini, pihak KTH Alam Rumbo Lestari telah menyikapi dengan baik dan berterimakasih atas kepercayaan pemerintah, dalam hal ini Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah yang telah mempercayakan pengelolaan kebun sawit eks penguasaan Agrindo kepada KTH Alam Rimbo Lestari, kami sudah melakukan perawatan berupa perawatan lahan, pruning, pemupukan dan lainnya mulai 22 Juni 2021 lalu,” kata M. Arpan Ketua KTH Alam Rimbo Lestari, Rabu 7 Juni 2021.

Foto : Lahan Sawit eks Penguasaan PT. Agrindo Sarolangun yang sudah digarap Belasan Tahun

Menurut keterangan yang diperoleh media ini, dalam kerjasama kemitraan ini terdapat rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang serta pasal-pasal yang memuat ketentuan hak dan kewajiban kedua belah pihak.

“Kami siap memenuhi semua ketentuan dalam kerjasama kemitraan ini, yang berupa hak dan kewajiban yang mesti dijalankan,” imbuh Arpan.

Arpan berharap kemitraan dengan pemerintah ini dapat berjalan baik dan lancar demi kenyamanan anggotanya, Ia juga meminta pihak Agrindo tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan masalah.

“Kami berharap tidak ada hambatan atau rintangan dalam kemitraan ini, dan kami juga meminta pihak Agrindo tidak melakukan hal – yang dapat menimbulkan masalah baru, kedudukan kami sudah sah demi hukum dan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ucap Arpan sekaligus menanggapi adanya Security Agrindo yang seakan memata-matai atau mengintimidasi kegiatan kelompok tani Alam Rimbo Lestari di lokasi kebun tersebut.

Namun seperti pernah diberitakan media lokal Sarolangun sebelumnya, dengan penyerahan lahan yang selama ini dikuasai Agrindo sebanyak 94 Hektar yang digarap di luar HGU, tidak berarti Agrindo bebas dari penguasaan lahan di luar HGU yang telah digarap belasan tahun, seperti yang pernah diungkap tokoh masyarakat Sarolangun Evi Firdaus beberapa waktu lalu.

“Penggarapan dan penguasaan lahan di luar HGU yang dilakukan Agrindo ada sanksi hukumnya, pelaku bisa dipidana,” kata Evi Firdaus.

Begitu pun kelompok tani Alam Rimbo Lestari, berharap pihak terkait melakukan upaya hukum atas penggarapan hutan di luar HGU yang dilakukan Agrindo selama ini, karena sudah jelas- jelas merugikan masyarakat Sarolangun. (Tim)