Disdikbud Kab.Sarolangun Sosialisasi Pahlawan Nasional RADEN  MATTAHER

220

SAROLANGUN-Kabupaten Sarolangun kedatangan Keluarga  besar  ahli waris Pahlawan Nasional “RADEN MATTAHER ” di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko  kabupaten Sarolangun,

Kedatangan ahli waris Pahlawan Nasional itu disambut langsung Sekretaris Daerah Sarolangun Ir Endang Abdul Naser, Kadis Dikbud Sarolangun Helmi, SH, MH beserta Istri Ny Fatmawati Helmi, Sekretaris Disdikbud Murtoyo, S. Pd, Kabid PAUDI Zulhitmi, Kabid PMPTK Dian Sri Hayati, Kasi Kesenian Khusairi, serta jajaran Disdikbud Sarolangun. Jum’at 09 April 2021 / Jumu’ah 29 Syaban 1442.

Pemberian bunga.

Kadis Dikbud Sarolangun, Helmi mengatakan bahwa Raden Mattaher dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Ir Joko Widodo pada 10 November tahun 2020 yang lalu di Istana Negara yang bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan.

“Raden Mattaher ini dari histori sejarah merupakan putra Sarolangun yang lahir di Desa Kasang Melintang, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi,” katanya.

Helmi juta menyebutkan di wilayah Provinsi Jambi, nama besar Raden Mattaher yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Namun meski demikian, kedepan masih diperlukan penjelasan lebih luas mengenai sejarah perjuangan Raden Mattaher yang akan di sosialisasikan ke seluruh sekolah dalam wilayah Kabupaten Sarolangun untuk dijadikan sebagai bahan ajar mata pelajaran sejarah.

“Setelah kegiatan ini, kami akan melakukan koordinasi dengan seluruh para kepala sekolah, Korwil pendidikan untuk membahas dan mensosialisasikan pahlawan Nasional Raden Mattaher ini,” katanya.

Sementara itu, Ahli Waris Raden Mattaher, Ratumas Nina mengatakan bahwa perjuangan dirinya untuk menjadikan kakeknya itu sebagai Pahlawan Nasional bukanlah mudah, sejumlah rintangan dan proses dihadapi dengan penuh sungguh-sungguh untuk menjadikan nama kakeknya Raden Mattaher yang berjuang dalam memerangi pasukan Belanda mendapatkan penghargaan ditingkat Nasional.

“Saya perjuangan datuk saya ini untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, namun untuk jadi Pahlawan Nasional butuh penelitian ahli sejarah, butuh penelitian akademisi, butuh dokumen-dokumen yang mana datuk saya tidak pernah kompromi dengan Belanda,” katanya.

Ia pun meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun untuk membangun monumen sejarah di Desa Kasang Melintang, Kecamatan Pauh, yang merupakan tanah kelahiran Pahlawan Nasional Raden Mattaher, sebagai bentuk mengenang atas jasa beliau dalam memperjuangkan melawan pasukan belanja masa itu.

“Saya mohon di Kasang Melintang dibuat tanda kehormatan sebagai tanah kelahiran dari datuk saya, Raden Mattaher,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Endang Abdul Naser mengaku sangat bangga atas adanya gelar Pahlawan Nasional yang merupakan putra kelahiran Kabupaten Sarolangun. Tentu hal itu sangat diharapkan agar jiwa Patriotismes dan Nasionalisme dari Raden Mattaher dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Sarolangun.

“Kami ucapkan selamat datang kepada ahli waris atau cucu Pahlawan Nasional kita Raden Mattaher, dengan diberinya gelar Pahlawan Nasional ini tentu kita harapkan agar masyarakat mengenang sejarah beliau yang berjuang melawan Belanda, dan kita Lestarikan serta kobarkan semangat jiwa kepahlawanan diri kita kedepan.

(Afdol)