Direktur RSUD HM. Chatib Quzwain Imbau Masyarakat Patuhi Prokes

253
dr. Bambang Hermanto, M. Kes Direktur RSUD HM. Chatib Quzwain Sarolangun

SAROLANGUN – dr. Bambang Hermanto, M. Kes, Direktur RSUD HM. Chatib Quzwain Sarolangun mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) covid-19 selama masa pandemi hingga virus berbahaya itu musnah dari kehidupan masyarakat.

Ia juga meminta masyarakat agar mendukung dan mematuhi imbauan Bupati dan stakeholder lainnya yang berguna bagi indifidu atau manusianya dan masyarakat secara umum.

Namun walaupun berbagai bentuk aturan diberlakukan menurutnya tak kalah penting individu atau manusia itu sendiri.

“Yang dapat membunuh virus itu adalah manusia itu sendiri dengan cara mematuhi prokes, karena itu mari kita sama -sama mematuhi prokes,” kata Bambang kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu 4 Agustus 2021.

Sebagai Direktur dan kepala RSUD Chatib Quzwain, Bambang terlihat begitu serius mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi prokes, karena dengan demikian adalah salah satu cara menghambat sirkulasi hidup virus corona.

“Kami mohon kepada semua masyarakat, tolong mentaati prokes, itu lah yang menghambat sirkulasi hidup virus corona,” ucap Bambang mengulangi imbauannya.

“Masyarakat wajib mematuhi prokes, terutama memakai masker dan mencuci tangan serta menjauhi kerumunan orang banyak,” imbuhnya.

Lanjut Bambang, di Sarolangun sudah banyak masyarakat yang terjangkit Covid-19, namun menurutnya masih banyak masyarakat yang berlindung dari fakta yang ada dan enggan mematuhi imbauan Satgas Covid.

“Kita dan masyarakat secara umum sudah banyak yang terjangkit, sudah banyak yang meninggal dengan sebab covid, tapi masih banyak masyarakat yang blindung dari fakta yang ada,” terangnya, patuhi lah prokes, pakai masker dan sering cuci tangan sesering mungkin serta hindari kerumunan orang banyak, ” harap Bambang.

Lebih rinci, dr. Bambang menjelaskan bahwa yang menentukan terjangkit covid atau tidaknya adalah hasil labor, bukan rumah sakit yang menentukan.

Bila labor mendukung pada indikasi terjangkitnya covid (positif) maka kita lakukan pencegahan dan penanganan secara prokes covid-19 dengan memakai obat- obatan yang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan.

“Kalau kita tengok sekarang ini, untuk Sarolangun zona oren, mendekati zona merah, maka saya mengimbau masyarakat untuk perkuat prokes,” terangnya.

Ia juga menyebut bahwasanya bila pasien meninggal dengan positif covid harus dikebumikan secara prokes covid-19, yang tentu akan menimbulkan penolakan di masyarakat.

“Kasihan keluarga kita kalau ada yang meninggal karena covid, karena saudara kita dikebumikan dengan prokes covid, sanak keluarga tidak dibolehkan menyelenggarakan fardhu kifayahnya,” tutup dr. Bambang.(*)