Dinas LH Sidak Ke PT. Lambang Sawit Perkasa Diduga Mencemari Aliran Sungai

209

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarolangun tadi siang Senin ( 21/05/2018 ) menggelar insfeksi mendadak ke PT Lambang Sawit Perkasa yang berada di Kecamatan Bathin VIII. Mereka melakukan hal ini terkait berkembangnya dugaan pembuangan limbah ke aliran sungai.

Insfeksi mendadak dihadiri langsung kepala Laboraturium LH Ayu, Insfeksi yang dilakukan itu bertujuan melakukan cek and ricek kebenaran kondisi di lapangan dengan mengambil sampel di beberapa titik aliran pembuangan limbah.

“kita hari ini di amanahkan pak kadis LHD kelokasi untuk mengambil sampel limbah pabrik, mulai dari Broiler hingga ke titik pembuangan yang sudah dialiri ke rawa dan anak sungai, dari sini nanti akan kita uji labor, soal hasilnya kita tunggu saja nanti ” tegas Ayu.

Sementara itu, Maneger Pabrik PT. LSP, Christian Hendra Saragi, saat diwawancarai mengaku siap menerima konsekuensi yang diberikan oleh dinas terkait, jika nantinya hasil tersebut ditemukan masalah.

“Untuk saat ini kita belum bisa menyimpulkan apa-apa terkait limbah ini, kita tunggu saja keputuskan dari hasil labor LH, namun kita tetap koperatif, Apapun Keputusannya kita siap menerima Konsekuensinya juga, ” Ujar Kristian

Dia juga mengatakan, sebelumnya pihak LH juga telah melakukan penelitian terhadap limbah pada PT LSP tersebut,  namun hasilnya tidak membahayakan,  bahkan limbah yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut telah diproses dengan cara pihak perusahaan membuat tiga kolam sedimentasi maupun bak penampungan sebanyak tiga buah,  hal itu digunakan untuk menyaring ampas hitam yang di bawa oleh aliran limbah perusahaan tersebut.

“dan juga kami sampikan,  sebelum permasalahan limbah ini mencuat saat di Ekspose oleh media, serbuk abu pada lokasi limbah yang di ambil sampelnya itu,  merupakan serbuk abu yang dibawa oleh limbah yang lama,  sebelumnya kami membuat kolam penyaringan,  dan kini serbuk abu tersebuk tidak megalir lagi ke hilirnya hanya air limbahnya saja yang mengalir,  dan limbah tersebut tidak berbahaya bahkan bagus untuk pupuk tanaman, jadi kami oftimis tidak berbahaya ” dalihnya.

Dan diketahui dari hasil penegecekan dilapangan beberapa hari yang lalu ( red ), PH limbah 7,3 dan pada saat di tes lagi hari ini yakni 7,4,

“hasil penegecekan dilapangan beberapa hari yang lalu, PH limbah masih di bawah baku mutu, menurut kami batas aman untuk air itu yakni PH nya 7 sampai 9, jika lebih dari itu memang cukup berbahaya untuk dikonsumsi oleh tumbuhan maupun manusia, jadi kami sangat oftimis dengan hasilnya nanti , ” terangnya lagi.

(Afdol)