DidugaTerjadi Praktek Penipuan Pemasangan PLN Di Desa Lamban Sigatal Pauh

71

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Sember energi Penerangan di kehidupan masyarakat suatu kebutuhan yang mendasar, harapan masyarakat Lamban Sigatal sangat antusias dan berlomba-lomba untuk mendapat penerangan dari PT. PLN.

Menurut informasi yang dihimpun NETIZENEWS.CO.ID, sabtu pagi (06/01/2018) jam. 09.00 WIB. Diduga terjadi praktek penipuan pemasangan Kwh amper PLN di Desa Lamban Sigatal Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun.

Menurut pengakuan masyarakat yang tidak disebut namanya. Tepatnya pada tanggal 7 juli 2017 Sehabis sholat jumat, sekdes (sarkowi) mengumumkan di masjid bahwa PLN akan masuk ke desa Lamban Sigatal, dan masyarakat diwajibkan menggunakan amper daya 1300 Kwh dan diminta untuk membayar sebesar Rp.2.800.000. Tetapi tidak ada 1 pun masyarakat yang menyetujui ketika itu.

Lalu pada jum’at 28 juli 2017 sehabis sholat jum’at sekdes kembali mengumumkan bahwa harga amper diturunkan menjadi Rp. 2.500.000, dengan daya tetap 1300 Kwh komplit siap pasang, kata Sekdes.

Lanjutnya, Masyarakat diharapkan menyetor uang kepada panitia yang telah dibentuk oleh Sekdes (Sarkowi). yang terdiri dari Sarkowi (sekdes), Aspawi (kadus ll), Sam Saimun
(kadus l), kholik, lukman hakim (mantan kades).

Kemudian masyarakat dengan merasa terpaksa menyetujui karena ditakut-takuti dengn alasan Jika tidak ada yang mendukung dan menyetor uang tersebut maka arus PLN tidak jadi masuk.

Pada bulan desember 2017 masyarakat mulai berbondong-bondong menyetor uang kepada panitia, dan panitia mengatakan bayar Rp.2.600.000 maka akan di isi plsa 100 ribu, masyarakatpun mengikuti, tapi kenyataannya saat amper dipasang masyarakat terkejut karena mereka di beri amper daya 900 Kwh tidak sesuai dengan janji semula ketika itu janjinya akan diberi amper 1300 Kwh, dan pulsa yang dijanjikan 100 ribu pun tidak ada.

Pada saat masyarakat protes, panitia mengatakan lebih baik amper 900 Kwh karena dapat subsidi dan hemat pulsa.

Tetapi sisa uang masyarakat tidak dikembalikan, tentu menjadi tanda tanya bagi masyarakat harga amper 1300 Kwh dengan 900 Kwh tentunya beda.

Namun tidak sampai disitu, panitia malah memungut biaya tambahan sebesar Rp.100 ribu untuk upah pasang amper katanya. Dan yang lebih Anehnya lagi PNS dan Orang yang ekonomi menengah ke ataspun diberi amper daya 900 Kwh.

Sementara amper 900 Kwh dikenakan biaya Rp. 2.500,000. Sedangkan harga yang sebenarny dari PT. PLN amper 900 Kwh dikenakan harganya 845000 ribu.

Benar-benar kacau, masyarakat sangat kecewa, masyarakat tidak pernah diajak duduk bersama bermusyawarah tentang biaya yang diminta pada masyarakat dan dipergunakan untuk apa saja, dan dari pihak PLN pun belum pernah sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat Desa Lamban Sigatal merasa telah di tipu dan dibodoh-bodohi oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.

(Sopyan Abusro)