Diduga Proyek Rabat Beton Siliwangi Dibangun Asalan. Perlu Perhatian Bhabinkamtibmas Singkut

87

 

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Desa Siliwagi kecamatan singkut Kabupaten Sarolangun diduga salah satu korban pengerjaan proyek yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya bangunan yang sepanjang 900 meter lebar 1,5 meter dengan ketebalan jalan rabat beton 12 cm sepertinya tidak sesuai dengan fakta yang ada dilapangan.

Menurut informasi yang dihimpun, Senin 29 Januari 2018 hasil temuan salah satu warga ternyata jauh dari kelayakan dan bahkan bangunan jalan yang baru usai dikerjalan sudah banyak yang rusak

Kemudian bangunan tersebut menjadi tanda tanya bagi masyarakat Desa Siliwangi, pasalnya proyek tersebut tidak diketahui berapa anggaran yang akan diserap untuk bangunan tersebut dengan tidak adanya papan informasi bagi masyarakat, kesannya tidak ada keterbukaan informasi fublik.

Kalau ditarik ke Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 adalah UU yang memberikan jaminan kepada rakyat memperoleh Informasi Publik untuk meningkatkan peran aktif  mereka dalam penyelenggaraan negara, baik pada tingkat pengawasan, pelaksanaan penyelenggaraan negara maupun pada tingkat pelibatan selama proses pengambilan keputusan publik.

Yang sangat menyedihkan ketika masyarakat melintas anak sugai atau paret cuban dikasih landasan  batang kayu. Sepertinya jalan rabat beton yang dibangun tanpa ada jalinan besi, sehingga ketahanaan rabat beton tidak maksimal. Sepertinya pengadukan semen asal-asalan dan juga bagi ketebalannya berapresiasi dengan pajang 900 meter  lebar 1,5 m  tinggi 12 cm. Bangunan tersebut menggunakan anggaran  Dana Desa (DD) serta mutu kwalitasnya menjadi pertanyaan masyarakat, bahkan bangunan belum selesai ada yang sudah rusak.

Mengutip, kata Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo. Anggota Polri yang menjabat sebagai kapolsek mulai hari ini diberi tanggung jawab mengawasi penggunaan dana desa. Pemberian tugas itu merupakan hasil kesepakatan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Kemendes PDTT Eko Sandjojo.

“Pengawasan dana desa ini kita sepakati tunggal yang mengawasi, yaitu kapolsek dengan bhabinkamtibmasnya,” kata Tjahjo di gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).

Penulis  : M. Yunus
Editor     : Sopyan Abusro

,