Diduga Proyek Drainase di Desa Lang Ling Merangin Sarat KKN

578

MERANGIN – Diduga keras marak Proyek Silumam Pembangunan Drainase Saluran Air di Desa Lang Ling, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi tepatnya di Penggir Jalan Lintas Sumatera tidak di Pasang Papan Proyek sehingga mengundang pertanya bagi masyarakat

Infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini mensyaratkan adanya umpan balik atau umpan balik dari semua elemen masyarakat yang ada untuk mengontrolnya.

Bagaimana tidak, reformasi dan desentralisasi dibuat berdasarkan harapan untuk mengurangi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terkait dengan tujuan tersebut, salah satu peraturan yang diterapkan adalah wajibnya pemasangan papan nama pengumuman oleh para pelaksana proyek, sesuai dengan prinsip transparansi anggaran.

Transparansi anggaran sudah menjadi keharusan pelaksanaan pemerintah dalam menjalankan program kerja. dimulai sejak awal sampai akhir sebuah proyek yang dilaksanakan pemerintah. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan tender, sampai pelaksanaan proyek.

Aturan tersebut sudah jelas tertera dalam UU No. 14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain UU KIP, ada beberapa aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan program pemerintah.

Seperti Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Permen PU 29/2006 ) dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (Permen PU 12/2014).

Berbeda dengan halnya pembangunan Drainase Saluran Air di Desa Lang Ling, tidak mengenai papan reklame sehingga kesan pengerjaan proyek tersebut mengundang pertanyaan bagi masyarakat.

Saat dikonfirmasi salah satu pekerjanya yakni Rahmat menyebutkan tentang kepemilikan proyek tersebut dengan spontan menjawab tidak TAHU, ujarnya.

Begitu juga terhadap pekerja yang lainnya dengan mendapat jawaban yang sama yakni tidak TAHU. Kami hanya kerja, Bapak coba tanya kelompok yang lain, Kelompok ke Tiga juga mendapat Jawaban yang sama yakni tidak TAHU.

Akibatnya Proyek Pembangunan Drainase Saluran Air, diduga tidak mengikuti anjuran teknis saat proses kegiatan berlangsung mutu dan kwualitas Pembaguna di Pertanyaan.

Warga Desa Lang Ling kesal Melihat Pekerjaan Drienase yang sedang di kerjakan Karena pekerja tidak ada yang kontrol untuk melihat pekerjanya yang sedang bekerja Selasa 7 September 2021 / Thalaahaa 29 Muharam 1443.

Pasalnya, saat kegiatan pembangunan Drainase saluran Air berlangsung, tidak terlihat adanya Lantai pondasi sebagai penguat Dasar Bangunan. Hal ini bisa mengurangi mutu dan kwualitas sebuah Bangunan.

Menurut, Keterangan warga Lang Ling RS mengtakan pada Media ini,
Proyek dikuatirkan patah karena terlihat Batu di poles Semen asal Jadi katanya.

“Hasil Investigasi Media ini dilokasi Pekerjaan jauh dari Spesifikasi, terlihat tidak dilakukan penggalian pondasi awal, bisa mengurangi volume suatu Bangunan.

“Bilamana suatu pekerjaan proyek yang di biayai oleh Uang Negara, hasilnya tidak Sesuai dengan (RAB) dan merugikan Negara, Harus di tuntut sesuai hukum yang berlaku.

Kami harapkan Penegak hukum dalam hal ini harus bertindak tegas jika sudah ada hal yang menyimpang dalam penggunaan Uang Negara. Adanya anggaran sebesar itu untu memperkayai diri sendiri katanya,

Ketua LSM INDRAWIN SIANTURI mengatakan, seharusnya bagi Pemborong yang nakal, diduga makan Uang Negara (KKN) Korupsi, Kolusi dan Nepotisme harus di tuntut sesuai Hukam yang berlaku,

Berita ini di naikan setelah dikonfirmasi kebeberapa Stap PU Kabupaten Merangin dengan nada yang sama mengatakan, Proyek tersebut adalah kepemilikan PU Provinsi Jambi Dana APBN katanya.