Diduga Oknum SPBU Pulau Rayo Main Mata dg Pengecer BBM Subsidi

1050

MERANGIN-Sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis Premium subsidi di SPBU di Wilayah Pasar bawah Bangko.(Pulau Rayo) Kota Bangko Kabupaten Merangin,  menjadi permasalahan yang serius saat ini.

Akibatnya, masyarakat yang sangat membutuhkan BBM bersubsidi tersebut harus sabar menunggu antrean panjang untuk mendapatkan BBM, dihampir setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU yang ada di Kabupaten Merangin.

Namun dibalik sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi tersebut, dilain pihak menjadi ladang pendapatan yang lumayan besar bagi para oknum pelangsir dan pengecer BBM subsidi meraub hasil di sela penderitaan orang lain.

Ironisnya, bagi penjual enceran BBM bersubsidi di sepanjang jalan dan di seputaran SPBU tidak pernah kehabisan stock. Sehingga kelangkaan BBM di SPBU menjadi ladang empuk bagi penjual eceran di sepanjang jalan, khususnya di seputaran SPBU itu sendiri.

Pantauan media ini, di SPBU Dusun Bangko, (Pulau Rayo) di Jalan Lintas Sumatera, dan sering kali kehabisan BBM khususnya jenis Premium namun terlihat pengencer tetap berjualan berjejer di sepanjang jalan seputaran
SPBU dengan stock BBM sepertinya tidak pernah habis habis.

Sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi di setiap SPBU yang ada di Kabupaten Merangin, Terkecuali SPBU Pamenang. Siap layani masyarakat umum.
Supaya warga bisa terbantu terutama para sopir angkutan  yang mau mencari sewa nya.

Seperti yang dikeluhkan Amran, salah satu pengemudi angkutan penumpang jurusan Sarolangun – Bangko, dan  Wak Saleh angkutan Penumpang jurusan Bangko – Muaro Bungo, mereka mengeluh karena harus berhenti berjam jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi

Dari subuh SPBU sudah di tunggu oleh pelansir kalau datang nya sudah siang tidak dapat minyak. Habis

Akibatnya banyak pendapatan para sopir angkutan umum melorot total kerena sulit mendapat minyak bensin katanya.

“Iyo bang, untuk mendapatkan BBM jenis Premium, kami harus ngantri berjam-jam mulai dari subuh, sampai saat ini belum juga kebagian minyak,

Mungkinlah penumpang kami menunggu lama ngantri disini, dan lagi pulak kalo dah siang pasti minyaknyo sudah habis jangan harap ado,

Pada hari Senen 31 Agus 2020 antrian sampai ke jalan lintas

“Harapan kami sebagai supir angkutan umum hendaknyo ado perhatian dari pihak yang berwenang untuk melihat kejadian ini, janganlah seperti tutup mato apo yang terjadi di SPBU.”keluh Wak Saleh saat dibincangi awak media ini.

Kerena dia buru buru Bawak penumpang terpaksa beli minyak kaki limah eceran, katanya.

Pada saat Ismail selaku penanggung jawab di SPBU diminta tolong sama salah satu pelanggan agar diberi kesempatan untuk mengisi BBM Premium terlebih dahulu untuk menghindar dari kemacatan antrian oknum pelangsir Premum, dengan spontan oknum penanggung jawab SPBU Ismail mengatakan,

“Di sini tidak ada minta tolong semua bili”

Padahal maksud pelanggan bukan minta minyak, hanya minta tolong agar diberi kesempatan duluan untuk mengisi BBM Premium dari pelangsir agar diberi jedah dari antrian pelangsir BBM Premium, dikarenakan ada kepentingan Urgen, katanya.

(Yah)