Dana P2DK, Andalan Produksi Kopi Bukit Tempurung

139

Foto: Petani Kopi Desa Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai-Sarolangun

SAROLANGUN – Kopi Batang Asai bermerek “Bukit Tempurung” yang memiliki rasa nikmat yang khas dengan kualitas yang tinggi, ternyata dihasilkan dari kebun kopi yang mengandalkan bantuan dana Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK), 200 juta setiap Desa dan Kelurahan program unggulan Bupati Kabupaten Sarolangun H Cek Endra dan bantuan langsung Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun.

Foto: Kebun kopi P2DK Desa Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai

Bahan baku kopi Bukit Tempurung berasal dari kebun kopi Desa Muara Pemuat dan Desa Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai. Ini merupakan sebuah bukti program P2DK sangat berperan membantu masyarakat dalam peningkatan perekonomian.

“Bubuk kopi Bukit Tempurung bahan bakunya dominan dari hasil kebun kopi P2DK Desa Muara Pemuat, karena tidak tercukupi dari kebun kopi Desa Lubuk Bangkar,” kata Rodinal Muchtar, SE Kepala Desa (Kades) Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai, Rabu (19/2/2020), yang mana merek kopi Bukit Tempurung sudah begitu dikenal di Provinsi Jambi.

Dari data yang dihimpun Media netizenews.co.id, di Kecamatan Batang Asai cukup banyak warga Desa yang berkebun kopi dan sudah menghasilkan, diantaranya yakni 40 persen warga Desa Muara Pemuat dan 30 persen warga Desa Lubuk Bangkar.

“Di dua Desa ini cukup banyak warga yang berkebun kopi, yakni 40 persen warga Desa Muara Pemuat dan 30 persen warga Desa Lubuk Bangkar,” tambah Kades Rodinal Muchtar.

Lanjut Kades, di Desa Muara Pemuat terdapat 40 Hektar kebun kopi dan sudah banyak yang menghasilkan, sedangkan di Desa Lubuk Bangkar ada sekitar 20 Hektar, dimana 5 Hektar bantuan Dinas Pertanian Sarolangun tahun 2016 sudah panen dalam dua tahun ini, sedangkan 15 Hektar dari bantuan program P2DK baru mulai berbuah.

“Kebun kopi P2DK Desa Muara Pemuat lebih duluan ditanam, jadi sudah menghasilkan, kalau kebun kopi P2DK Desa Lubuk Bangkar mulai berbuah, belum bisa dipanen,” jelas Kades.

Kades Rodinal Muchtar menyebut, untuk menunjang objek wisata Bukit Tempurung, dana program P2DK Desa Lubuk Bangkar juga dimanfaatkan untuk berkebun buah-buahan yang dapat dikonsumsi langsung seperti tanaman Lengkeng dan lainnya,

“Selain tanaman kopi, kami juga menanam bibit buah-buahan seperti lengkeng dan lainnya, agar pengunjung wisata Bukit Tempurung nantinya juga bisa menikmati buah-buahan yang dipetik langsung di tempat wisata,” terangnya.

“Disamping untuk peningkatan ekonomi masyarakat, juga untuk keindahan objek wisata,” pungkas Kades Rodinal Muchtar. (*)

(Abah Agus)