Cek Endra Mimpin Pemerintah Perpaduan Pembangunan Duniawi dan Ukhrowi

118

SAROLANGUN-Tiga periode memimpin Kabupaten Sarolangun dijalani Cek Endra dengan keseimbangan pembangunan duniawi dan ukhrowi, program bumi dan langit, dalam artian bukan hanya dalam pembangunan fisik bersifat kebendaan semata, Ia juga mementingkan membangun pada bidang keagamaan dan Sumber Daya Manusia yang berakhlak mulia, menjadi insan kamil beramal untuk bekal di akhirat kelak.

Cek Endra tidak saja membangun infrastruktur, tapi, ia berpeluh keringat membangun moral anak bangsa. Ia membina keagamaan anak-siswa sekolah dengan kegiatan membaca Alquran 15 menit sebelum belajar di sekolah, mengapresiasi siswa khatam Alquran dan hafal Alquran.

Sepanjang pantauan media ini, tak banyak pemimpin negeri yang menaruh perhatian serius pada agama. Cek Endra adalah figur yang segelintir itu.

Menjadi Bupati Sarolangun, Ia bawa anak-anak muda kembali ke agama. Ia hidupkan Masjid-Masjid. Dibantunya pondok pesantren, dibantunya meringankan biaya operasional pondok pesantren, dihibahkannya lahan perkebunan untuk sumber penghasilan Pondok Pesantren dan digulirkannya beasiswa bagi santri. Karena Cek Endra percaya, negeri ini akan baik jika agama rakyatnya baik. Jika mereka dekat dengan Tuhannya.

Sering Cek Endra beriktibar, mengambil hikmah menukil kisah Erdogan, yang sukses membangun Turki menjadi makmur Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghofur. Kuncinya satu, kata Cek Endra : Erdogan konsisten membangun moral dan mengajak rakyatnya memakmurkan Masjid, Shalat berjamaah di Masjid.

“Turki menjadi negara makmur karena warganya rajin Shalat berjamaah di Masjid,” ungkap Cek Endra.

Itulah musabab kenapa Cek Endra sangat getol menghidupkan program bidang keagamaan. Jawabnya, karena itu menyangkut hal yang paling fundamental. Dengan program Subuh Keliling misalnya, yang sudah dilakoninya bertahun-tahun silam itu, Cek Endra ingin meniru Nabi Muhammad.

Masjid bukan sebatas tempat ibadah, kata Cek Endra, Nabi menjadikan Masjid sebagai tempat segala aktivitas mengurus umatnya.

“Bukan hanya untuk Shalat dan mengaji, tapi juga termasuk mengatur Pemerintahan dan mengurusi rakyatnya,” ujarnya.

Makanya, Cek Endra sengaja memboyong anak buahnya ikut program Subuh Keliling itu. Satu tujuannya, demi memakmurkan Masjid. Agar Masjid hidup dengan berbagai aktivitas dalam membangun agama dan masyarakat.

“Efeknya, jamaah Masjid kian bertambah,” imbuhnya.

Cek Endra bahagianya bukan main. Bukan saja sebagai sarana ibadah, Subuh Keliling yang digulirkannya itu, justru menjadi medium penting : sebagai sarana Silaturahmi dan menyerap aspirasi warga.

Seperti laiknya Nabi, yang mengatur persoalan umat dari Masjid. Cek Endra berharap Masjid menjadi tempat berhimpun, mengurai masalah warga dan menemukan solusinya.

“Shalat di Masjid mesti kita biasakan kedepan. Segala urusan Insya Allah beres kalau kita dekat dengan Allah Subhanahu Wata’ala,” terangnya.

(Abah Agus)