Ini Catatan Biaya Penanganan Covid-19, RSUD Prof.Dr.Chatib Quzwain

617

SARILANGUN – Penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Sarolangun yang sejauh ini telah dilakukan maksimal oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sarolangun Isolasi di ruang khusus RSUD Prof Dr Chatib Quzwain Sarolangun.

Pasien Covid-19 diketahui hinggga saat ini bertambah satu pasien yang merupakan pedagang pasar atas Sarolangun, setelah dilakukan hasil swab Kamis (18/06/2020).

Sementara dari tiga pasien yang sebelumnya dinyatakan positif setelah keluar hasil swab kedua masih dinyatakan positif hingga saat ini masih dilakukan isolasi di RSUD Prof DR Chatib Quzwain Sarolangun, sehingga saat ini pasien positip Covid-19 di Sarolangun tercatat 4 orang.

Dokter Bambang,  Direktur RSUD Prof DR Chatib Quzwain Sarolangun menjelaskan, dari penanganan pasien Covid-19 di RSUD Prof DR Chatib Quzwain Sarolangun, sejak di keluarkan surat keputusan tim gugus Covid-19 Kabupaten Sarolangun pada tanggal 17 maret 2020, RSUD Prof DR Chatib Quzwain Sarolangun telah mencairkan Insentif Dokter dan perawat selama dua bulan yakni bulan Maret dan April sebesar Rp 834.400.000 ditambah dana puding sebesar Rp.35.840.000 jadi total keseluruhanya menjadi Rp.870.240.000 yang besaran masing masing Dokter dan perawat jaga ditambah non medis bervariasi, insentif yang diberi merupakan penghargaan petugas medis dalam pengorbanan menangani pasien Covid-19 di Kabupaten Sarolangun.

“Semua tim medis terlibat dari Dokter Specialis, dr.Umum, tenaga Rhonsen, tenaga Labor, Scuriti, Rhomboy hingga Perawat jaga, yang jumlah seluruh tim Covid-19 RSUD berjumlah 64 petugas yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Prof DR Chatib Quzwain Sarolangun.

” kita telah beri Insentifnya selama dua bulan yang masing masing bervariasi, sebesar delapan ratus tiga puluh empat juta empat ratus ribu rupiah dan pencairan baru saja beberapa hari ini” jelas Dokter Bambang Hermanto Direktur RSUD Prof DR Chatib Quzwain.

Sambung dokter Bambang, Bahaya penularan Covid-19 sangat rentan terjadi pada tenaga medis, diketahui medis melakukan screening terlebih dahulu sebelum melakukan langkah lanjutnya, medis juga merupakan garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19, mereka berjuang untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di Sarolangun, bahkan tim medis sangat rentan tertular dan dikhawatirkan akan menularkan pada keluarga.

” Kita ketahui tim medis berada pada garda terdepan dan seluruh tim berhati hati dalam melakukan penanganan pasien Covid-19, mereka sangat rentan tertular, mereka juga takut membawa penularan pada keluarga” katanya.

Selain itu Insentif sebesar Rp.834.400.000 selama dua bulan dinilai normal dan tidak melebihi, karena penghargaan pemerintah pada pengabdian tim medis dalam menangani pasien Covid-19 di Kabupaten Sarolangun, sesuai anjuran pemerintah pusat, Bupati Sarolangun dan itu resmi dari anggaran Pemerintah Daerah yang diusulkan melalui tim gugus tugas Kabupaten Sarolangun dan pencairanya pun sesuai dengan aturan Keuangan.

“Iya saya kira Insentif sebesar itu selama dua bulan normal saja tidak menyalahi aturan, karena mereka merupakan garda terdepan dan ini sebagai penghargaan Pemerintah pada pengabdian tim medis di RSUD Prof DR Chatib Quzwain Sarolangun” sambung Dokter Bambang Hermanto.

Selain itu pasien positif Corona sejak bulan maret terdapat tiga pasien, saat ini  ada penambahan satu pasien positif asal pedagang Pasar atas Sarolangun, sebelumnya terdapat tiga pasien yang semua biaya penanganan pasien digratiskan dan dibebankan pada Pemerintah.

” Semua biaya gratis ditanggung pemerintah, pasien  dirawat dan di beri fasilitas di ruangan selain itu  menjaga imun kekebalan tubuh diberi vitamin” tutup dokter Bambang Hermanto.#.AF.RN.