Bupati Dr H Al Haris Buka MTQ ke IV Ponpes Modern Madinatul U’lum

83

MERANGIN-Bupati Merangin, Dr H Al Haris buka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke IV Ponpes Modern Madinatul U’lum di Kecamatan Pamenang, Rabu (16/9/20) malam.

Pembukaan MTQ dalam rangka peringatan Milad ke VIII Ponpes Modern asuhan KH Abdul Kholik tersebut berlangsung meriah. Ratusan warga sekitar dan wali santri hadir menyaksikan pembukaan seni membaca Alquran tersebut.

Kepala Kantor Kamenag merangin, Marwan Hasan juga hadir pada pembukaan MTQ yang diikuti antar Desa disekitar Ponpes tersebut.

Selain itu juga hadir anggota DPRD Provinsi Jambi, Izhar Majid atau yang dikenal warga setempat Montok, anggota DPRD Merangin Dapil III dan sejumlah tokoh masyarakat Pamenang.

Bupati Merangin, Al Haris sangat mengapresiasi MTQ yang diselenggarakan Ponpes Modern Madinatul U’lum tersebut. Dia mengatakan MTQ menggugah hati untuk mencintai Al Quran.

“MTQ ini menggugah kita semua untuk benar-benar mencintai Al Quran, kita lihat saat ini orang-orang berlomba mendirikan Ponpes artinya semakin hari semakin meningkat si’ar agama dan orang memperdalam ilmu agama dan mencintai Al Quran,” kata Al Haris.

Al Haris juga sangat mengapresiasi prestasi Ponpes Modern Madinatul U’lum yang alumninya tersebar diberbagai Universitas ternama di Indonesia.

“Saya berharap wali santri tidak usah ragu-ragu anaknya mondok disini, pengasuh disini memberikan yang terbaik dan alumninya tersebar diberbagai Universitas di Indonesia,” ujarnya.

“Tentu kita berharap dan mendoakan agar santri-santri kita atau generasi kita berakhlaqul karimah dan menjadi lulusan Ponpes yang mensyiarkan agama bidang dakwah,” tambahnya lagi.

Sementara itu, KH Abdul Kholik pengasuh Ponpes Modern Madinatul U’lum mengatakan Ponpes asuhannya sudah melahirkan banyak alumni yang mampu bersaing diberbagai Universitas di Indonesia.

Bahkan dikatakannya ada alumni Ponpes Modern Madinatul U’lum belajar di Afrika atau tepatnya di Sudah.

“Kita juga lagi daftarkan tiga santri kita untuk melanjutkan studinya di Arab Saudi. Santri kita juga tersebar di 12 Universitas di Indonesia,” sebutnya.

(Yah)