Bupati Cek Endra : PPKM Perlu Tindakan Manajemen Lapangan Cepat

373
Bupati Cek Endra Saksikan Langsung Vaksinasi Massal di Kantor Camat Mandiangin

SAROLANGUN – Menyikapi Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat(PPKM)yang telah ditetapkan pemerintah pusat, salah satu langkah kongkrit yang dilakukan Bupati Sarolangun Cek Endra adalah dengan cepat melantik 13 (tiga belas) Kepala Desa (Kades) depenitif hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2021 di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi, Rabu 28 Juli 2021, agar para Kades dapat segera menindaklanjuti program program pencegahan Covid-19.

Bupati Cek Endra menyebut pelantikan 13 Kades, yakni 7 (tujuh) Kades dari Kecamatan Mandiangin dan 6 (enam) Kades dari Kecamatan MandianginTimur ini adalah termasuk pelantikan Kades tercepat di Provinsi Jambi.

“Pelantikan 7 Kades dari Kecamatan Mandiangin dan 6 Kades dari Mandiangin Timur ini termasuk pelantikan tercepat, karena PPKM memerlukan tindakan manajemen lapangan cepat maka saya memerlukan Kades depenitif agar dapat segera menindaklanjuti program program untuk pencegahan Covid-19,” kata Bupati Cek Endra.

Bupati Cek Endra menaruh harapan besar dengan terbentuknya Kecamatan Mandiangin Timur, agar dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan saya dengan terbentuknya Kecamatan Mandiangin Timur yang merupakan kecamatan ke 11 (sebelas) di Kabupaten Sarolangun adalah mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pelayanan pelayanan semakin dekat di 10 desa yang ada di Kecamatan Mandiangin Timur,” harap Bupati.

“Dan bagi kecamatan Mandiangin yang mengalami pengurangan wilayah, Camat tentu bisa lebih fokus mengurus wilayahnya, Insyaa Allah nanti pembangunan serta pelayanannya juga akan lebih baik,” imbuh Bupati.

Bupati juga menyebut terkait pencegahan covid-19 bukan hanya sekedar himbauan atau sosialisasi, tapi sudah mengarah pada pemberlakuan penindakan dan pemberian sanksi.

“Saat ini bukan hanya sekedar sosialisasi tapi sudah penindakan dan pemberian sanksi, nanti ada Perbup-nya, yang tidak mematuhi prokes dan tidak pakai masker diberi sanksi, termasuk juga bagi yang membuat kerumunan kerumunan, pesta atau segala macam akan diawasi, sanksi sanksi tersebut sudah kita bentuk dalam peraturan daerah,” ucapnya menekankan.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus melakukan upaya percepatan vaksinasi covid-19 bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari kalangan tenaga medis, pelayanan publik, lansia hingga masyarakat umum.

Hal itu bertujuan sebagai langkah untuk melakukan pencegahan penularan wabah virus Corona serta untuk memutus mata rantai covid-19 di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Bertepatan pada hari pelantikan 13 Kades yang bertempat di kantor kecamatan Mandiangin, Pemkab Sarolangun sudah melakukan vaksinasi massal dengan peserta vaksin lebih kurang 1000 orang. Dapat dikalkulasi, hingga saat ini di Kabupaten Sarolangun sebanyak 52 ribu orang sudah di vaksin.

Bupati Cek Endra menjelaskan bahwa pemerintah telah melaksanakan vaksinasi ini bukan hanya di fasilitas kesehatan seperti di rumah sakit ataupun di puskesmas, melainkan juga telah menjangkau ke pelosok desa serta juga dibantu oleh Polres dan Kodim serta dalam mensukseskan program vaksinasi ini.

Maka Ia pun memasang target 100 ribu orang masyarakat Sarolangun sudah mendapatkan suntikan vaksin covid-19 hingga akhir bulan Agustus nanti.

“Saya memasang target kepada semua camat dan kepala desa, untuk mencapai 100 ribu orang tervaksin hingga akhir bulan Agustus nanti. Jadi dalam waktu dekat ini kita akan lakukan vaksinasi sebanyak 50 ribu orang lagi dan Insya Allah bulan Desember 2021 bahwa sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah provinsi bahwa menuju 200 ribu orang di Sarolangun tervaksin,” ungkapnya.

Cek Endra juga tidak lupa untuk mengajak seluruh masyarakat Sarolangun mendukung pelaksanaan program vaksinasi ini, serta untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan mulai dari memakai masker saat beraktivitas diluar rumah, mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

“Gerakan ini tidak bisa dilakukan hanya di tingkat pemerintah kabupaten, tetapi gerakan ini sampai ke tingkat desa dan seluruh masyarakat Sarolangun kami himbau untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Maka kemarin Saya minta dengan kepala desa kalau memang masih ada sisa 8 persen dari Dana Desa itu untuk dibelikan masker kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)