BPS Sarolangun Menggelar Rakor Sensus Penduduk Tahun 2020

30

Foto: Bersama peserta Rakor BPS

SAROLANGUN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sarolangun menggelar Rapat koordinasi (Rakor) Sensus Penduduk tahun 2020, di ruang Pola utama kantor Bupati Sarolangun. Senin (24/2/2020).

Foto: Pegawai BPS memandu peserta Rakor dalam Sensus Penduduk online

Rakor dipimpin Asisten I Dedy Hendri, dihadiri Kepala BPS Provinsi Jambi, Ir Edy Akson, M.Si, para Kepala OPD, Para Camat dan Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun.

Kepala BPS Provinsi Jambi Ir Edy Akson, M.Si, dalam pemaparannya menyampaikan Sensus Penduduk adalah pendataan Penduduk/warga secara menyeluruh yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dengan Dasar hukum UU nomor 16 1997 tentang statistik dan PP nomor 51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik.

Selain dasar hukum tersebut juga didasari UN recomendation, setiap negara harus melakukan Sensus Penduduk minimal 10 tahun sekali dan Perpres nomor 29 tahun 2019 tentang Satu data Indonesia dan Perpres nomor 62 tahun 2019 tentang strategi Nasional percepatan administrasi kependudukan untuk pengembangan statistik Hayati.

“Kita menggunakan data Dukcapil sebagai data utama, BPS akan mencatat seluruh warga, termasuk SAD, dan tidak boleh satu pun yang terlewati, ” ucap Edy Akson.

Seperti diketahui dewasa ini, di Indonesia adalah Sensus Penduduk ke 7, yakni sejak Sensus Penduduk tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, 2010 dan 2020, yang mana saat ini 54 Negara melakukan Sensus Penduduk pada tahun 2020 secara serentak.

Arsyad, SH, MPD Kadis Dukcapil Kabupaten Saroangun menyebut Dinas Dukapil Sarolangun mendukung penuh Sensus yang berbasis registrasi ini,

“Dinas Dukcapil Sarolangun mendukung penuh Sensus yang berbasis registrasi ini, berbasis registrasi NIK dan KK, yang berarti validasi data sangat akurat,” katanya.

Kadis mengungkapkan, Data yang tidak bergerak dari 2006 hingga 2019 akan dilakukan verifikasi pemitukhiran data 279224 data penduduk.

“6.800 waga menjadi target perekaman KTP- EL hingga Desember 2020, yang nantinya akan menjadi pemilih pemula,
nanti akan kita sasar target ini, dan akan menambah data pemilih Kabupaten Sarolangun,” ungkap Kadis. (*)

(Abah Agus)