BLT DD diduga Tidak Tepat Sasaran Warga Rangkiling Simpang ancam Lapor Ke Bupati

183

SAROLANGUN – Dikutip dari Suara Independent.id, Sejumlah warga Desa Rangkiling Simpang Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi angkat bicara dan protes terhadap kebijakan penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang di lakukan oleh Pemdes setempat. Pasalnya banyak kejanggalan dalam penyaluran dan diduga keluar dari petunjuk aturan yang berlaku.

Menurut warga berinisial LD mengatakan, batuan yang di salurkan baik,  dari BLT Bansos dari Pusat banyak keluarga Kades saja yang mendapatkannya, ujarnya Senin (1/6/2020).

”Anehnya lagi selain dapat bantuan beras 20 Kg malah dapat juga dana (BLT Bansos) dan (BLT DD), semestinya dalam aturan tidak boleh menerima Doble atau tumpang tindih, ” ungak LD dengan kesal.

” Tapi ini penomena yang terjadi di Desa Rangkiling Simpang, semua yang mendapat bantuan banyak dari kalangan keluarga dan kroni oknum Kades dan termasuk para perangkat Desa, ” tuturnya.

” Kita minta kepada pihak Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun turun ke Desa Rangkiling Simpang untuk secepatnya meluruskan persoalan ini dan dapat mengusut secara
tuntas soal bantuan yang diturunkan untuk warga terdampak Pandemi Covid-19, karena dinilai tidak tepat sasara, ” terang LD dengan nada geram.

Semantar itu, hal senada juga di sampaikan oleh Akmal salah satu warga yang tidak mampu yang tidak tersentuh sama sekali bantuan saat ini sedang trennya bergulir baik dari bantuan Pemda, BLT Bansos, dan BLT DD yang tidak tersentuh pada warga yang dikatagorikan layak terima.

Menurut  Akmal ketika saya tanya kepada petugas Desa, kenapa bantaun yang disalurkan tidak pada tempatnya. jawaban yang di berikan oleh oknum kadus ,” saya punya pesawat terbang dan mobil mana mungkin dapat bantuan, ” ujar Akmal meniru ucapan oknum
Kadus tersebut .

Lebih lanjut Tutur Akmal semua bantuan bantuan yang di berikan oleh kades Herman dan perangkatnya sarat penyimpangan dan tebang pilih , ” mirisnya lagi banyak warga yang mendapat Doble karena ada hubungan darah dari oknum Kades ,” kata Akmal.

“selain itu kami punya bukti dan fakta bahwa banyak warga yang terima bantuan yang Doble dapat beras 20 Kg dari Pemda Sarolangun, dan juga dapat BLT DD ,” kita mintak ini di usut oleh Pihak yang berwajib, agar ada efek jera ujar,”tutur Akmal.

” Kita sampaikan jika hal ini tidak di tindak lanjut oleh Dinas terkait saya akan sampaikan sama Bupati Sarolangun Drs H. Cek Endra dan Wakil pak H. Hilallatil Badri terkait penyaluran bantuan bagi warga terdampak Covid 19 yang dilakuakan oleh Oknum Kepala Desa Rangkiling Simpang Herman karena diduga penyaluran bantuan terdampak Covid-19 tidak tepat sasaran, selain itu adanya tumpang tindih, agar persoalan tersebut di usut dan di proses melalui jalur hukum,” tandasnya.

Ir .AM , ” Kami mintak usut tuntas soal bantuan yang turun di Desa Rangkiling Simpang oleh oknum kades diduga sarat penyimpangan ada yang dapat Doble sementara warga miskin jadi penonton, kami minta hal ini di usut oleh Pemerintah tetang pemberian BLT DD yang dinilai  sarat  melangar aturan, ” tegasnya.

Salah seorang warga yang mendapat bantuan Doble yang tidak mau di tulis namanya mengatakan, aku dapat beras 20 Kg dari Pemda Sarolangun selain itu aku jugo dapat sen (BLT DD) Rp.600,000  ujarnya  saat di temui sindent id ,” aku diKasih dak mungkin aku tolak ,” terangnya.

Kepala Desa Rangkiling Simpang melalui kaur Antoni Iswadi mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan sudah sesuai dengan aturan ,”  bantuan BLT DD yang mereka berikan buat warga yang tidak masuk dalam bantuan lain ,” urainya di PB.

Pantauan sindent id di lapangan lebih dari Dua puluh orang yang mendapat BLT DD , mereka udah masuk dalam daftar penerima beras Pemda 20 Kg , dan selain itu ada juga yang dapat BLT Bansos.

(Asmara)