BL Di Tangkap Polres Sarolangun Usai Berkali Kali Setub*hi Anak Tirinya 

86

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN – Nasip malang menimpa gadis dibawah umur, ( WN ) bocah yang masih berusia 14 tahun, warga Sepintun Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi, menjadi korban kebejatan nafsu birahi sang ayah tiri.

Berdasarkan laporan korban, yang berhasil dirangkum oleh pihak Polres Sarolangun, dan disimpaikan kepada para awak media, kejadian tersebut sekitar mulai bulan April tahun 2018, korban mengaku sering disetub*hi oleh pelaku (ayah tiri korban) hampir setiap Minggu korban diancam dengan senjata api rakitan.

Tidak sampai di situ saja, pada bulan Juli 2018, korbanpun kembali diancam kemudian disetub*hi dan pada akhirnya hingga saat ini korbanpun sudah hamil 3 bulan.

Tidak terima dengan kondisi itu, keluarga korban yang bernama SR, Laki-laki, 49 tahun, alamat  Desa Temenggung Kecamatan Limun, melaporkan kejadian tersebut kepihak reskrim Polres Sarolangun.

Berdasarkan laporan tersebut, tepat pada hari Kamis tanggal 16 Agustus 2018 yang lalu, Sat Reskrim Polres Sarolangun dipimpin Kanit Krimum IPDA Kurniadi melaksanakan penangkapan terhadap pelaku yang bernisial (BL) laki-laki yang sudah berumur 50 tahun alamat Desa Sepintun Kecamatan Pauh.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, melalui Kasubag Humas IPTU Ardiansyah, membenarkan kejadian tersebut, dia mengatakan saat ini tersangka berikut barang bukti Senpi rakitan telah diamankan. Usai diamankan, pelaku saat dilakukan introgasi mengakui perbuatannya itu.

” Pelaku dan barang bukti 2 pucuk senpi sudah kita amankan, pelakupun akan dikenakan sangsi pasal berlapis, yakni UU perlindungan anak dan atas kepemilikan senpi rakitan, ” katanya.

Berikut Ini pasal yang dikenakan :

1. Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, sebagimana dimaksud dlm pasal 81 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun ” katanya.

2. Barangsiapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya dua puluh tahun, Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951. (**)