Berkedok Sebagai Calo Tenaga Honorer, AM (42) Di Ringkus Polres Sarolangun

25

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Sepandai pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga, pepatah itu ternyata tepat di sematkan buat AM (42) Tahun, seorang Pedagang yang tinggal di RT 02 Dusun Suko Mulyo Desa Pelawan Kecamatan Pelawan kabupaten Sarolangun.

Aksi tersangka baru terungkap setelah di laporkan oleh korban, Yayat Bin Oon (48) warga yang tinggal di Desa Mekar Sari Kecamatan Pelawan. Dari data yang di dapatkan, bahwa tersangka melakukan aksinya dengan modus bisa memasukan anak korban menjadi tenaga honor di RSUD Sarolangun.

Dari laporan Yayat (48), Pada hari Rabu 31 Januari 2018 sekira pukul 20.00 WIB. Satuan Reskrim Polres Sarolangun, melakukan penangkapan terhadap AM (42) pelaku tindak pidana penipuan dengan modus menawarkan bisa mengurus korban menjadi honorer di RSUD Sarolangun.

Dari laporan Yayat bahwa anaknya telah di tipu oleh AM, laki-laki (42) Tahun, warga RT 02 Dusun Suko Mulyo, Desa Pelawan Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun. Hal itu di benarkan oleh Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, S.IK, M.AP Melalui Kasat Reskrim AKP George Alexander Pakke, S.IK, Kamis (01/02/2018).

“Benar kita telah menangkap seorang pelaku tindak pidana penipuan, yang mengimingkan korban untuk menjadi tenaga honorer,” Kata Kasat Reskrim.

Di lanjutkan dia, berdasarkan keterangan korban, kejadian itu pada hari Sabtu 11 Maret 2017, sekitar pukul 12.00 Wib tersangka mendatangi rumah korban dan menawarkan kepada korban untuk bekerja sebagai tenanga honorer kemudian korban mengiyakan.

Setelah itu tersangka langsung menyuruh agar korban menyiapkan adminitrasi dokumen permohonannya. Beberapa hari kemudian tersangka kembali mendatangi rumah korban dan menjelaskan kepada korban untuk kepengurusan dengan biaya masuk honorer RSUD Sarolangun harus meyiapkan uang sebesar Rp.25.000.000.

Namun korban pada saat itu menjelaskan kepada tersangka, dimana korban tidak ada memiliki uang namun korban bisa menyanggupinya sebesar Rp. 18.000.000,- dan tersangka mengiakannya namun tersangka meminta uang terlebih dahulu sebesar Rp.1.500.000,- tanda jadi.

Sikitar bulan Mei 2017 tersangka kembali kerumah korban dan meminta uang kepada korban dimana SK an. Lia sudah mau jadi maka korban harus menyiapkan lagi uang sebesar Rp. 3.500.000,- dan korban pun menyerahkan uang tersebut kepada tersangka, tidak lama kemudian tersangka kembali mendatangi rumah korban dan menyerahkan SK nya.

Namun kembali pada saat itu tersangka meminta uang lagi kepada korban sisa dari awal perjanjian tersebut, namun korban mau menyerahkanya apabila Lia (anaknya-red) sudah bekerja di RSUD Sarolangun.

Dengan rasa senang hati mendapatkan SK, Lia langsung mendatangi RSUD Sarolangun dan mengkomfirmasi masalah SK yang diserahkan tersangka tersebut, setelah diteliti pihak RSUD. Pihak RSUD menjelaskan bahwa SK tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh yang bersangkutan.

“Dari hasil pengembangan juga tersangka sudah melakukan tindak pidana penipuan tersebut sudah berulang kali terhadap beberapa korban dengan modus yang sama, dan untuk laporan yang sudah diterima di unit krimum II yakni sebanyak 3 Laporan Polisi. Saat diinterogasi tersangka mengakui telah melakukan penipuan terhadap 9 (sembilan) orang, saat ini tersanga bersama barang bukti sudah kita amankan,” Tandasnya.

Kapolres Sarolangun Juga menghimbau agar masyarakat berhati hati dan tetap waspada terhadap para calo tenaga honorer, yang mengimingkan sebuah pekerjaan, hadiah atau apapun bentuknya.

Penulis  : Ikhsan
Editor    : Sopyan Abusro