Berkat Dana P2DK Program Cek Endra. Lahan TKD Jadi Produktif

Foto : Penanaman Sawit di lahan TKD Desa Sungai Gedang Kecamatan Singkut

SAROLANGUN – Dana Program Percepatan Pembangunan Desa Kelurahan (P2DK) program Bupati Sarolangun H. Cek Endra dan Wakil Bupati H. Hilallatil Badri semakin membantu masyarakat dalam kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat Desa, dengan dana ini Kepala Desa (Kades) mampu berinovasi dalam membangun Desa.

Menurut pantauan media ini, pemamfaatan dana P2DK Kabupaten Sarolangun tahun 2019 ini, beberapa Desa menggunakannya dalam usaha Peternakan dan penggemukan sapi, peternakan kerbau, Perkebunan Sawit di lahan Tanah Kas Desa (TKD) dan usaha ekononi kerakyatan lainnya yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat atas hasil pengelolaan dana dengan baik.

Terkait pemamfaatan dana P2DK tahun 2019 ini , Desa Sungai Gedang Kecamatan Singkut menggunakannya untuk peremajaan Tanah Kas Desa (TKD) dengan berkebun Kelapa Sawit.

“Untuk tahun ini, Dana program P2DK Desa Sungai Gedang digunakan untuk kebun Kelapa Sawit di lahan TKD, semua biayanya dari dana P2DK,” kata Agus Kuswanto, Kepala Desa (Kades) Sungai Gedang, Minggu (1/11/2019).

“Memang kami Sudah lama menunggu Juknis (petunjuk teknis) penggunaan dana P2DK, Alhamdulillah tahun ini bisa kami gunakan untuk peremajaan TKD dengan berkebun Kelapa Sawit seluas 5 hektar,” lanjut Kades.

Kades Agus Kuswanto menyebut dana P2DK Bupati Cek Endra akan membuat lahan TKD menjadi produktif (menghasilkan), karena biayanya besar, kalau dengan dana Swadaya masyarakat Desa, hal ini tidak bisa dilakukan.

“Jika tidak dengan dana P2DK, berkemungkinan besar Pemerintah Desa tidak sanggup mengolah lahan TKD tersebut, kami berterimakasih atas kucuran dana P2DK, ” tambah Kades Agus Kuswanto seraya mengatakan nantinya kebun Sawit di lahan TKD ini akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes) yang akan dikelola oleh Bumdes.

“Kebun sawit di lahan TKD ini nantinya akan menjadi penghasilan Asli desa (PADes) yang akan dikelola oleh Bumdes Maju Bersama Desa Sungai Gedang,” urai Kades yang bersama warganya sedang melakukan proses penggarapan lahan sawit TKD.

“Sekarang dalam proses penggarapan, yang sudah siap 3 hektar dan 2 hektar masih proses pembersihan lahan,” terang Kades.

Kepala Dinas (Kadis) PMD Mulyadi dikonfirmasi tentang pemamfaatan dana P2DK untuk peremajaan TKD, mengatakan hal tersebut tergantung kebutuhan masyarakat dan potensi masing -masing Desa.

“Sesuai dengan Juknis, dana P2DK bisa juga digunakan untuk peremajaan TKD, dengan menanam Sawit, Karet dan tanaman lain sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing Desa,” kata Kadis Mulyadi.

Lanjut Kadis, walau diprediksi Kelapa Sawit akan menghasilkan (panen) dalam masa tiga tahun, menurutnya hal ini tidak menjadi persoalan, karena hasilnya jelas untuk masyarakat.

“Insha Allah, walau hasil produktifnya agak lama, tidak jadi persoalan, nanti hasilnya jelas untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup Kadis Mulyadi. (*)

Reporter : Abah Agus