Bawaslu Bersinergi Bersama Masyarakat Pengawasan Pemilu 2019

60


SAROLANGUN – Pengawasan Pemilu Partisipatif, dalam rangka pemilihan DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kab/Kota serta Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019, di Aula Bappeda Sarolangun, Senin (26/11/2018).

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Edi Martono, beserta anggota Mudrika dan Johan Iswadi, Ketua Panwaslu Kecamatan Gusyuwandi, serta Panwaslu Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Sarolangun.

Ketua Bawaslu kabupaten Sarolangun Edi Martono mengatakan bahwa tujuan acara ini dilaksanakan adalah memberikan pemahaman yang baik bagi penyelanggaranya dan juga masyarakat terkait hal yang bersangkutan dengan pemilu.

“Tentunya banyak pelanggaran-pelanggaran. Jadi kita memberikan pemahaman baik penyelenggaranya dan masyarakat, agar bisa bersinergi satu sama lain itu sangat membantu kami,” ucap Edi Martono.

“Karena Kacamata dari Bawaslu inikan yang penting peran dari masyarakat, kalau masyarakatnya aktif menyampaikan pelanggaran-pelanggaran, tentunya lebih enak kita tindak,” ucapnya menambahkan

Edi Martono menjelaskan bahwa apa-apa saja yang dibolehkan dan yang tidak dibolehkan dalam kampanye antara lain terkait persoalan money politik. Dan jenis jenisnya seperti pemberian sembako, jilbab yang diluar ketentuan UU Pemilu.

“Memang kampanye dibolehkan, tapi kan ada 12 bahan kampanye yang dibagi-bagikan, dalam 12 bahan kampanye itu harus dilengkapi Visi-Misi dan Simbol. Mana tau kan ada di desa atau kelurahan setempat menyerahkan bahan kampanye tidak dilengketkan simbol atau visi dan misi, itukan bagian dari money politic,” jelasnya.

“Money politic itu misalnya, kasih jilbab tapi jilbab polos itukan tidak boleh, kalau mau kasih jilbab ya silahkan tapi visi dan misinya lengket dengan bahan kampanye tersebut,” terangnya.
(Afdol)