Bawaslu: Alasan ASN Tidak Tahu Netralitas, “Imposible”

48

Foto: Edi Martono, SE Ketua Bawaslu Kabupaten Sarolangun

SAROLANGUN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sarolangun akhir-akhir ini gencar melakukan pemanggilan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait netralitas dalam Pilkada Jambi 2020, diduga puluhan ASN Pemkab Sarolangun terindikasi melakukan keberpihakan kepada salah satu Bakal Calon Gubernur Jambi Periode 2021-2024.

Dari informasi yang dihimpun, terkait dugaan melanggar netralitas, hingga ditulisnya berita ini sudah 4 (empat) oknum ASN yang memenuhi panggilan Bawaslu Sarolangun.

Disinyalir alasan ASN melakukan dugaan melanggar netralitas adalah dengan alasan tidak tahu aturan dan tidak ada sosialisasi Bawaslu.

Menanggapi hal ini, Edi Martono Ketua Bawaslu Sarolangun menyebut sudah ada sosialisasi kepada ASN Pemkab Sarolangun, dan tidak mungkin ASN tidak mengetahuinya.

Kenapa tidak mungkin, menurut Edi Martono, selain sudah disosialisasikan, ASN sudah tahu PP nomor 53 tahun 2010 dan PP nomor 42 tahun 2004 yang mengharuskan ASN netral dan disiplin.

“Jadi bila ASN menyebut tidak tahu aturan tentang netralitas dalam Pemilu maupun Pilkada, itu tidak mungkin dan tidak masuk akal (Impossible),” tegas Edi Martono, Selasa (11/2/2020).

Lanjut Edi Martono, bahwa di dalam UU Pemilu dan UU Pilkada, Bawaslu berperan dalam memastikan terpeliharanya netralitas ASN dalam penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada.

“Melanggar netralitas bisa berimbas pada ASN dan bagi Bakal Calon yang didukung,” pungkas Edi Martono. (*)

(Abah Agus)