Awas ! Oli Palsu Beredar di Bungo

70

MUARA BUNGO– Para pemilik mobil dan motor dihimbau untuk hati-hati mengganti oli. Tingginya populasi mobil dan motor saat ini ternyata berdampak dengan maraknya peredaran oli palsu di pasaran. Di Bungo misalnya, kabarnya oli palsu sudah banyak beredar di pasaran.

Hal ini tentu mengharuskan konsumen agar pintar – pintar memilih produk oli yang benar benar asli. Perlu di ketahui, mobil atau motor sering menggunakan oli ini bisa saja mesinnya menjadi jebol atau ngejem alias mati total.

Beredarnya oli palsu di Kabupaten Bungo ini diungkapkan oleh Erik, salah satu mekanik motor atau pemilik bengkel di Kota Lintas tersebut. Menurut dia, pelumas sangat penting bagi mesin yang memiliki multi fungsi. Selain untuk melumasi komponen di dalam mesin, oli juga berfungsi untuk mendinginkan suhu mesin.

” Bisa kebayang kan kalau oli palsu dipakai terus menerus bisa vatal bagi mesin. Terutama oli palsu cendrung cepat encer di banding oli asli,” kata Erik di bengkelnya, Rabu (21/7) kemarin. Erik sendiri mengaku sebelumnya pernah jual oli palsu. Namun, dia memutuskan tak menjual lagi karena takut konsumennya kecewa.

“Kalau dilihat dari kasat mata, oli palsu dan yang asli sangat susah membedakan. Konsumen harus jeli. Kita harus bisa membedakan oli asli dan palsu,’’ katanya.

Menurut Erik, oli palsu biasanya banyak beredar di dusun dusun yang jauh dari pusat kota Bungo. Para pengecer atau pelaku bisa melancarkan aksinya, karena pengetahuan orang didusun tentang oli sangat minim. ‘’ Orang dusun yang penting ganti oli. Mereka tidak pernah teliti. Apalagi pengetahuannya tentang oli juga minim,’’ ujarnya.

Erik menjelaskan cara membedakan oli asli dan palsu. Pertama oli palsu bisa dilihat dengan visual mata dari nomor produksinya. Biasanya, produk oli tertera di tutup botol. Produsen biasa meletakkan di dua tempat di botol.

Kedua bisa dilihat dari kemasan botol secara detail. Biasanya oli palsu, plastik botolnya lebih pucat dibanding dengan yang asli. Kemudian, oli palsu biasanya juga lebih encer.

Sementara itu, Kadis Perindagkop Bungo, Supriadi saat komfirmasi soal peredaran oli palsu ini mengaku belum mendapat laporan. Namun, Ia berjanji akan menindak lanjuti informasi tersebut. ‘’Terima kasih informasinya dindo. Sayo baru tahu, “ujarnya.(*)

Sumber : jambione.com