Asnawi angkat Bicara: GMS beri Sertifikat Gag*l diduga ditunggangi pihak ke 3

59

SAROLANGUN – Gerakan Mahasiswa Sarolangun (GMS) yang menilai kinerja Dinas Perikanan dan Peternakan gag*l selama dijabat oleh Plt Asnawi, kegag*lan kinerja Dinas Peternakan di simbolkan dengan pemberian sertifikat gag*l oleh Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sarolangun, Selasa siang (15/10/2019) beberapa hari yang lalu.

Mahasiswa menilai kegag*lan Dinas Peternakan dan Perikanan yang dipimpin oleh Peltu Asnawi dipicu dengan kegag*lan dalam cetak Kolam, sentra ternak Sapi, Rumah potong Hewan, dan Pasar ternak yang dinilai tidak difungsikan.

Menaggapi pemberian sertifikat gag*l oleh Mahasiswa, Peltu Dinas Peternakan dan Perikanan Sarolangun Asnawi tersenyum lebar dan berterima kasih telah diingatkan.

Asnawi menilai aksi Mahasiswa dengan menuduh kegag*lan tidaklah berdasar dan tidak memahami dengan teknis dilapangan.

Dalam penjelasannya Asnawi yang dituduhkan gag*l cetak kolam.
Asnawi menilai untuk cetak kolam merupakan sebuah fisik yang telah dilaksanakan dan yang gag*l bukanlah cetak kolamnya melainkan budidaya ikan yang didalamnya terdapat beberapa faktor seperti air karena musim kemarau, dan SDM yang rendah dan berbagai faktorlainya.

“Iya cetak kolam tidaklah gag*l namun budidaya ikan yang dipengaruhi oleh air dimusim kemarau, bahkan banyak yang berhasil bahkan dipanen oleh Bupati, Jelas Asnawi.

Tidak hanya itu melainkan pasar ternak tidaklah seperti pasar tradisional yang setiap hari dikunjungi penjual dan pembeli, melainkan pasar ternak ada hari- hari tertentu aktifitas jual beli di pasar ternak. “Pasar ternak dalam tahun ini berkisar 75 ekor Kambing dan Sapi telah di perjual belikan.” Tandasnya

Sementara pengelolaan Sapi pemerintah, dalam aturan sudah jelas dan dimonitor semua Sapi milik pemerintah, Peltu Asnawi menilai ini bukanlah sebuah kegag*lan melainkan diakui Asnawi masih belum maksimal dan perlu peningkatan.

Disisi lain Asnawi yang ikut prosesi lelang jabatan kepala Dinas Perikanan dan Peternakan meraih rangking tertinggi, adanya aksi Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sarolangun dicurigai hanya dimanfaatkan dan ditunggangi oknum tertentu dengan adanya kepentingan kelompok maupun pribadi yang tidak menyukai bila Asnawi terpilih dan duduk sebagai Kadis Peternakan dan Perikanan.

Asnawi menaggapi aksi Mahasiswa tersebut bukanlah hal yang menakutkan, karena yang bakal memakainya sebagai Kadis Peternakan dan Perikanan adalah Bupati Cek Endra dan Wakil Bupati H. Hilallatil Badri semua sudah dinilai, Asnawi pun rela dan ikhlas bila tidak dipilih sebagai Kadis Peternakan dan Perikanan bila dalam penilaian hasil lelang dilakukan secara profesional.

(Afdol)