AMPS Desak Kejagung RI Terkait Proyek Pengaspalan Jalan Kec Air Hitam

256

JAKARTA-Aliansi Masyarakat Peduli Sarolangun ( AMPS) tidak main-main setelah berhasil mendobrak Presiden dan Kapolri tekait Ilegal Driling dan Batubara di Kabupaten Sarolangun, untuk kali ini di Pastikan hari Kamis besok Kembali lagi mendatangi Kejagung RI untuk menggelar aksi Demonstrasi mempertanyakan terkait laporan Pengaduan yang telah di terima pada Kamis tanggal 20 Pebruari 2020 yang lalu.

Kami telah menggelar aksi mengantar laporan terkait masalah Pekerjaan pengaspalan jalan yang di kerjakan oleh PT Bintang Mega Raksa tahun anggaran 2017 Dengan Pagu Anggaran Rp 5 milyar 925.170.000 dan Pekerjaan pengaspalan jalan yang di kerjakan oleh PT Sumber Sejahtera Sedayu tahun Anggaran 2018 Dengan Pagu Anggaran Rp 6 Milyar 388.320.000, Serta Pekerjaan pengaspalan jalan yang dikerjakan oleh PT Hastomulyo Adi Prima Dengan Pagu Anggaran Rp 7 Miliar 825.469.000.

” Ketiga Perusahaan yang mengerjakan Pekerjaan Pengaspalan jalan di Kecamatan Air Hitam tersebut patut diduga sarat dengan penyimpangan dalam melaksanakan kegiatan pekerjaan, ” kata Julius ketua LSM Forcin yang tergabung dalam( AMPS) saat di konfirmasi Rabu (6/7/2020)

Di jelaskan Julius dari awal mereka memulai pekerjaan Tim Julius sudah memantau tahap demi tahap pekerjaan yang di kerjakan oleh ke tiga perusahaan tersebut.

” Ada kejanggalan saat mereka memulai Pekerjaan tersebut dari mulai tahap saat Penstabilan pada pondasi bawah, yang mana tanah masih dalam kondisi tidak stabil karena tidak mengunakan Semen atau kapur agar tanah pondasi bawah keras dan kering.”

” Selanjutnya pada saat tahapan Penghamparan agregat sudah se harus nya disiram setiap hari agar tidak ada debu serta di Gilas agar agregat padat dan kuat, ini tidak dilaksanakan dengan baik, karena Pondasi nya tidak kuat maka wajar saja hasil pekerjaan Gampang hancur. ”

Kejanggalan lain yang tim kami Pantau pada saat Penghamparan agregat material agregat yang di gunakan adalah Sirtu bukan batu Split murni, sedangkan Pengaspalan sudah se harus nya mengunakan Batu Split murni bukan oplosan Sirtu yang di campur dengan batu split yang jumlah nya jaya sedikit sekali.

Jadi sudah sangat jelas jika pekerjaan pengaspalan jalan di kec air Hitam kab Sarolangun Jambi,di laksanakan ke tiga Perusahaan tesebut Patut diduga tidak sesuai Dengan Spesifikasi kegiatan.

Selain itu ke tiga Perusahaan ini tidak melakukan Perawatan jalan, padahal 5% dari Nilai Kontrak ada jaminan masa perawatan, ini sungguh aneh Tanpa melakukan perawatan tetapi dana Perawatan nya bisa mereka Cairkan.

” Maka kami Mengelar aksi besok pagi selain mempertanyakan perkembangkan dari laporan kami, kami juga akan menyerahkan Sampel meterial agregat dan Aspal dari Pekerjaan ke tiga Perusahaan tesebut.”

” kami juga meminta kepada pihak Kejagung RI agar mengintruksikan Kejari Sarolangun untuk serius dalam menindak lanjuti masalah kasus Korupsi di kabupaten Sarolangun.” Tutup Julius. (*)