Putus Akses Utama Rantau Gedang – Muaro Lati, Aktivitas Masyarakat Lumpuh

223

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Ambruknya Box akses satu-satunya penghubung masyarakat Desa Rantau Gedang menuju Desa Muaro Lati Kecamatan Bathin VIII Akibat terputusnya akses utama masyarakat aktivitas warga yang melintasi jalan poros tersebut ikut lumpuh.

Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir membuat warga bergotong royong membangun Box jalan poros di Desa Rantau Gedang menuju Desa Muaro Lati Dan Tanjung Gagak. kecamatan batin VIII. kabupaten sarolangun, Sabtu pagi (17/02/2018). pukul 07:00 WIB. Atau as-Sabt 1 Jumadil Akhir 1439.

Menurut Kades Desa Rantau Gedang Huspandi saat ditemui di lokasi menyebutkan bahwa ambruknya Box jalan tersebut di karenakan begitu derasnya air limpahan hujan yang terjadi se-malam

kondisi ini terjadi tadi pagi jam tujuh, karena air sungai Berugun RT. 12 dusun 5 (limo), meluap deras dan mengikis tebing sehingga ambruklah Box jalan ini,” kata Kades rantau gedang

Memang kondisi itu telah lama dikhawatirkan, bahkan dia mengaku telah dua kali mengusulkan lewat Musrenbang desa sampai ke kabupaten namun belum dikabulkan oleh pemerintah kabupaten

Secara usia Box 4 (empat) meter lebih ini dibangun pada tahun 1980 ketika itu masih Kabupaten Sarko dulunya dan telah layak untuk diganti dengan yang baru, tapi jujur saja sudah dua kali kami ajukan di musrenbang tapi belum juga ditanggapi, mudah-mudahan ini segera dibangun agar akses ekonomi warga di sini tidak begitu lama lumpuh, sebab jalan ini adalah akses satu-satunya bagi warga di sini.” kata Kades Rantau Gedang.

Sementara di tempat yang sama Camat Bathin VIII Cek Ujang, S.Pd. Juga mengungkapkan keprihatinannya akan kondisi itu, sebab hal itu adalah akses vital bagi masyarakat untuk itu dia akan menyampaikan kondisi itu secepatnya kepada kepala Daerah.

Kita prihatin kalau tidak segera ditanggapi, tadi juga saya sudah komunikasi dengan Bupati dan beliau respon langsung dan akan segera menindak lanjuti itu melalui PU dan BPBD, berkemungkinan anggaran tanggap darurat bisa dikucurkan segera.”  kata Camat Bathin VIII Cek Ujang.

Saya juga menghimbau agar masyarakat berhati hati, dan kepada pak kades juga tolong ditutup habis jalus dari mudik, takut nanti kalau ada yang tidak tahu bisa fatal nantinya.” katanya.

Lanjut, Camat Bathin VIII  sekarang dibangun jempatan darurat yang terbuat dari papan hanya untuk roda dua melintas berupa jempatan kecil, kalau untuk roda empat tidak bisa di lalui oleh warga masyarakat setepat, dan kita minta kepada warga setempat agar memberitahukan kepada warga yang lainnya supa berhati- hati melintas. Dan Camat meminta kepada Kapolsek Bathin VIII untuk memasangkan garis Police Line agar warga pengguna kendaraan roda empat tidak terjebak, imbuh Camat.

(M. Yunus)