Akibat Kurang Iman Kakek Gagahi Anak Dibawah Umur, Berakhir Di Tangan Polisi Sarolangun

58


NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Pokok utama timbulnya kejahatan dimuka bumi ini salah satu karena dipicu bermula lemahnya (iman-red) seseorang Pada Allah SAW. Turunan domino lemah keimanan pada Allah sehingga timbullah permulaan dengan namanya NIAT, selain itu disusul adanya KESEMPATAN, tidak hanya sampai disitu kadangkala berusaha MEMBUAT kesempatan.

Allah berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 32 yang berbunyi:

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk“.

Seperti halnya diduga terjadi perbuatan asusila yang dilakukan kakek inisial AS (64) warga Sarolangun menggagahi anak dibawah umur inisial KI (16) warga Desa Tinting. Kecamatan Sarolangun. Kabupaten Sarolangun

Alhasil dari perbuatan kakek AS berakhir ditangan Polisi, Pada hari Sabtu 13 Januari 2018 sekira pukul 11.00 Wib, Sat Reskrim Polres Sarolangun dan Unit Reskrim Polsek Sarolangun beserta Masyarakat Desa Tinting Kec. Sarolangun telah melakukan ungkap Kasus Tindak menyetubuhi anak dibawah umur.

Sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 Jo UU RI No.17 tahun 2016 tentang Perpu No.1 tahun 2016 tentang perubahan ke-2 atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Akibat perbuatan Pelaku AS terhadap KI di kenakan Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 Jo UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Perpu No. 01 tahun 2016 tentang perubahan ke-2 atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kronologis Kejadian perbuatan bejad kakel AS terhadap korban anak dibawah umur KI berakhir naas Pada hari Sabtu tanggal 13 Januari 2018 sekira pukul 09.00 Wib korban sedang berada di dalam rumah. Kemudian datang tersangka mengetuk pintu kamar korban. Kemudian tersangka memanggil korban dan mengatakan bahwa ada orang yang mau bertemu dengan korban.

Kemudian korban membuka pintu kamar, lalu tersangka mengajak korban kebelakang rumah. Sesampainya di belakang rumah di semak-semak, tersangka langsung memaksa korban untuk bersetubuh dengan tersangka. Setelah kejadian mesum As terhadap KI, berselang Pada saat itu ada saksi I sedang memancing dengan jarak sekira 20 (dua puluh) meter.

Kemudian melihat ada saksi I tadi tersangka menyuruh korban untuk pulang kerumah. Pada saat di perjalanan ke rumah korban bertemu dengan saksi I. Kemudian saksi I menanyakan dari mana korban tadi dan korban menjawab dari semak-semak. Sesampainya korban di rumah datang saksi I dan menanyakan apa yang di perbuat korban disemak-semak tadi. Kemudian korban mengatakan bahwa tadi sudah disetubuhi oleh tersangka dan sebelum kejadian ini tersangka pernah menyetubuhi korban sebanyak 4 (empat) kali.

Kapolres Sarolangun AKBP. Dadan Wira Laksana, S.IK, M.AP, melalui Kabag Ops Kompol Agus Saleh, sabtu (13/01/2018) kepada awak media membenarkan penangkap tersebut, dan paparan kronologis penangkapan team petugas Sat Reskrim Polres dengan Polsek Sarolangun bersama masyarakat terhadap diduga pelaku AS.

Berdasar informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi perbuatan asusila di Desa Tinting, sabtu (13/01/2018), sekira pukul 11.00 Wib, Sat Reskrim Polres Sarolangun dan Unit Reskrim Polsek Sarolangun beserta Masyarakat Desa Tinting bergerak menuju Desa Tinting dan kemudian mengamankan diduga pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya. Bahwa pada saat kejadian korban berusia 16 tahun. Bahwa dari hasil klarifikasi korban telah disetubuhi tersangka sebanyak 5 (lima) kali. Tersangka diamankan di Polres Sarolangun menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda:

Artinya: “Tiga (jenis manusia) yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak pula Allah menyucikan mereka dan tidak memandang kepada mereka, sedang bagi mereka siksa yang pedih, yaitu: laki-laki tua yang suka berzina, seorang raja pendusta dan orang miskin yang sombong” (HR. Muslim)

(Sopyan Abusro)