Akhyar Mubarok Berang Banyak Pangkalan Gas Ilegal Beredar di Bathin VIII

131

SAROLANGUN – Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat dengan kelangkaan dan tingginya harga Gas Elpiji bersubsidi 3 Kg. Pihak Kecamatan Bathin VIII bersama Dinas Prindagkop, Babinsa, dan Kapolsek Bathin VIII, melakukan sidak pangkalan gas dikawasan Kecamatan Bathin VIII, kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi pada Kamis (05/09/2019).

Sidak dilakukan dibeberapa titik yakni di Desa Bangun Jayo, Kelurahan Limbur Tembesi, dan di Desa Suka Jadi.

Camat Bathin VIII Akhyar Mubarok dalam sidak tersebut terlihat kesal dikarenakan banyaknya pangkalan gas yang beroperasi di Bathin VIII Ilegal, dan tidak sesuai dengan data yang dimiliki dinas Prindagkop Sarolangun.

“Benar, tadi kami temukan pangkalan di Desa Bangun Jaya, tapi beroperasi di luar wilayah Sarolangun, yakni di Desa Rejo Sari Kecamatan Pemenang Kabupaten Merangin.

Di Desa Suka Jadi, dalam data pangkalannya ada tapi kita cek lokasi, pangkalan itu tidak ada, dan masih ada lagi dititik lainnya,”katanya kesal.

Ia juga mengatakan banyak jumlah tabung gas yang disalurkan pihak agen kepada pihak pangkalan juga tidak sesuai dengan data laporan yang diterima oleh dinas Prindagkop.

“Kita juga menemukan kesenjangan jumlah tabung gas, keterangan pangkalan gas tidak sesuai dengan laporan agen kepada dinas Prindagkop. Sedangkan untuk harga kalau dari Pangkalan resmi itu sudah sesuai dengan aturannya, yang memainkan harga tinggi ini pangkalan yang Ilegal dan kita menduga adanya permainan yang dilakukan pihak Agen,”tambahnya

Terkait persoalan itu, Akhyar selaku camat akan menegaskan dan sesegera mungkin memanggil pihak agen tabung gas bersubsidi ukuran 3 kg, untuk melakukan diskusi bersama di Aula kantor Camat Bathin VIII.

“Senin depan kita bersama Disprindagkop akan panggil pihak agen, pangkalan, dan kades se-Kecamatan Bathin VIII untuk membicarakan hal ini, hingga tuntas,” tegasnya.

Sementara itu Kabid Perdagangan Disprindagkop Sarolangun Faisol mengatakan, ada 8 pangkalan Gas di Kawasan Kecamatan Bathin VIII, yang tergabung dalam 3 agen yakni PT. Ondos Sibayak Jambi, PT Petro Samudra Putra, dan PT Defa Gemilang Pratama.

“Data itu sesuai dengan laporan pihak agen, benar salahnya kita tidak tahu, dan disinilah peran penting pihak Desa dan Kecamatan untuk pengawasan,” Tandasnya.

(Rayan)