3 Miliar Proyek Pembangkit Listrik PLTHM Batang Asai Hancur Berantakan, Tim TP4D Kesan Tidak Bekerja

214


NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Diduga dibangun asal-asalan, kondisi bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Wongran yang terletak di Desa Batin Pegambang tambak ratu, Kecamatan Batang Asai,  Kabupaten sarolangun proyek  ini sudah hancur. Dimana tanggul pada bendungan tersebut mengalami  yang cukup parah, dan perumahan mesin PLTMH nya juga terancam roboh akibat jebol, depit air sungai batang asai.

“PLTMH Wongran ini baru saja dibangun pada tahun  2016 lebih (dua tahun)  yang lalu. Ketika musim kemarau beberapa minggu lalu, kami mendatangi bendungan ini sudah dalam kondisi hancur, sekarang kami sengaja datang lagi pada musim hujan untuk melihat kembali kondisinya,”

Tokoh masyarakat Danar Adam dan Tarmizi  warga Desa Bathin Pengambang dan warga Desa Tambak Ratu, minggu (24/12/2017), membenarkan bahwa proyek tersebut sampai saat ini tidak ada manfaatnya dan tidak dapat dinikmati masyarakat, karena proyek tersebut gagal total.

Dua  orang warga Batang Asai merasa prihatin melihat pembangunan Renovasi bendungan PLTMH dari dinas Provinsi jambi,  Wongran ini di bangun pada tahun 2016 lalu. Ketika mengatakan pada awak media, mereka mengatakan bahwa kondisi bendungan ini sudah sangat jauh berbeda, yakni semakin sangat buruk.

Apalagi pada saat musim hujan seperti sekarang ini, air dari hulu sungai batang asai,  sangat deras, sehingga bisa mengakibatkan bendungan ini jebol, dan sebelumnya bangunan tersebut sudah pecah karena kondisinya sudah bocor, dan hancur nerantakan, katanya.

Lebih menarik lagi, menurut pengakuan dua  narasumner, ketika mereka dipekerjakan untuk merenovasi bagian lantai dan tepi bendungan yang sudah retak tersebut pada tahun 2016 lalu, menuturkan bahwa pihak pengawas pekerjaan pada waktu itu menyarankan kepada mereka untuk merenovasinya cukup hanya dengan campuran semen saja tanpa menggunakan besi cor, akuinya

Lanjutnya, “Kami disuruh oleh pengawas hanya pakai campuran semen saja, tanpa menggunakan besi cor. Meskipun kami sudah mengusulkan agar pakai besi cor, namun pengawasnya terkesan marah-marah, tapi setelah pengawas pulang, barulah kami secara diam-diam memasang besi cor, sebab bendungan ini yang membutuhkannya kami warga sekitar, makanya meskipun dilarang, kami tetap memasangnya, tuturnya.

Mereka yakini bahwa Pembangunan awal bendungan PLTMH Wongran yang merupakan proyek Dirjen Sumber Daya Air (SDA), dengan menelan dana sangat besar. yaitu 3 Miliar Namun diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), sebab baru dua tahun dibangun, kondisinya sudah rusak sangat parah.

Masyarakat Desa Batin Pegambang, dan Desa Tambak Ratu, khususnya, serta warga Kecamatan Batang Asai, umumnya, berharap kepada Pemerintah, baik Pemerintah provinsi jambi, maupun pemerintah  Kabupaten sarolangun, untuk segera membenahi dan melakukan pengawasan, peninjauan, serta kontrol terhadap Pemenang Tender atau Kontraktor yang mengerjakan proyek yang asal-asalan ini  harus bertanggung jawab di hadapan hukum, katanya.

Sementara itu Tarmizi dan Danar Adam menyarankan  Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Provinsi Jambi maupun Kejaksaan Negeri Kabupaten Sarolangun. agar status Bendungan PLTMH Wongran ini diselidiki sampai  tuntas hingga ke akar-akarnya, supaya kontraktor maupun oknum-oknum yang terlibat didalamnya dapat segera diproses secara hukum, apabila tidak diproses dengan benar maka warga desa mengancam akan demo, di Provinsi Jambi mau di kabupaten sarolangun, tegasnya.

(M. Yunus)