Unja Sarolangun Diakomodir Akreditasi C

SAROLANGUN – Upaya petinggi Universitas Jambi (Unja) Sarolangun Dr.Naparin karim menjelaskan tentang Akreditasi C sudah di bahas dengan pemerintah daerah Sarolangun beberapa waktu yang lalu, sudah disepakati akan ada tempat untuk diterima sebagai tenaga kerja di dinas kabupaten Sarolangun ini, mengingat saat ini Unja Sarolangun saat ini baru menyediakan beberapa fakultas diantaranya Keuangan Daerah, dan Ilmu pemerintahan, ucap Dr.Naparin karim.

Lanjutnya, memang kita sangat merasakan adanya penurunan dari tahun ke tahun sebelumnya, namun tahun ini hanya 40 mahasiswa yang mendaftarkan sebagai Mahasiswa Unja Sarolangun
Jadi jumlah keseluruhan mencapai 300 mahasiswa yang ada di Kampus Unja Sarolangun saat ini, mungkin kedepannya kami akan melakukan sistim jemput bola ke-sekolah-sekolah yang ada di seluruh kabupaten sarolangun.

Sambungnya lagi, Sepinya peminat yang berkuliah di Unja Sarolangun dikarenakan sistem perkuliahan yang dilaksanakan hanya 2 hari dihabiskan dalam setengah Semester, kalau sebelumnya perkuliahannya hanya dua hari dihabiskan untuk setengah semester, ujarnya.

Melihat ada kesalahan stikma pembelajaran maka dari itu, Unja Sarolangun mengubah jadwal pembelajaran menjadi seperti reguler. Dimana setiap minggunya ada perkuliahan mulai dari Senin – Jum’at.

Sekarang kita sudah laksanakan kelas reguler setiap minggu, ada perkuliahan dari senin sampai jum’at, ini untuk mengubah stikma yang lama berakumulasi ke saya sebagai pimpinan, ungkapnya.

Unja Sarolangun sejak dua tahun belakangan ini juga telah mengadakan dosen tetap. Dimana hingga saat ini telah ada 8 dosen tetap dari 2 Prodi.

Sedangkan kalau dosen terbang banyak berdasarkan permintaan, jika ada kekurangan baru kita minta sesuai mata kuliahnya, terangnya.

Sebagai kabar menggembirakan untuk jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Unja Sarolangun tidak diharuskan akreditasi B atau A. Akreditasi C saja sudah bisa diakomodir atau diterima sebagai Pegawai Negri Sipil (PNS).

Telah di informasikan ke siswa bahwa sayangnya di Pemda belum disahkan tahun ini, dalam tahun ini pemerintah Sarolangun belum banyak membantu Unja Sarolangun, mungkin belum ado persetujuan dari pusat daerah, kilahnya.

Tapi sudah saya rubah sama BKD sama wakil Bupati, dan Sekda, saya minta tolong yang masa akan datang di perjuangkan sehingga tamatan manajemen Pemerintahan Keuangan daerah yang ada di Sarolangun bisa jadi pegawai, Senin kemarin  (15/10/2018) di gedung DPRD Sarolangun, tutupnya. (Jtx)