Tukang Tempel Ban Kesal Diduga Oknum LSM RPI Ingkar Jani Bayar Utang

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN – Nasib tukang tempel Ban di pinggiran jalan Lintas Sumatera Desa Bernai Kecamatan Sarolangun sangat memprihatinkan, niat baik mau bantu orang dalam kesulitan malah dirinya dibuat susah sama orang yang dibantu.

Pasalnya orang yang dibantu mengatasnamakan oknum Lembaga Swadaya Msyarakat Rakyat Peduli Insonesia (LSM RPI) inisial (H).

Pada bulan April yang lalu oknum H pada malam hari mengendarai kendaraan Jenis Escudo Nopol BH 1847 UL dari arah Sarolangun menuju arah Bangko , namun sangat disayangkan kendaraan tersebut mengalami pecah Ban.

Sesampai inisial H ke tempat tempel Ban milik Wanto di Jalan Lintas Sumatera Desa Bernai Kecamatan Sarolangun, dan H mengutang Ban bekas pada Wanto jenis GT Saviro ukuran 135/75 R15 Ban tersebut dihargai sama Wanto Rp. 350.000, dengan jaminan STNK.

Saat Wanto dijumpai netizenews.co.id, Rabu (16/05/2028) di bengkelnya mengatakan, H berjanji akan bayar utangnya setelah pulang dari Jakarta namun sampai saat ini bahkan STNK yang sebagai jaminannya sudah mati pajaknya yakni 09-05-2018 belum juga dibayar, saya mengharap pada H agar utangnya agar lekas dibayar, mungkin menurut pandangan orang-orang uang dengan jumlah 350.000 tidak berarti namun bagi saya uang tersebut sangat berarti bagi saya, apalagi menghadapi bulan puasa ini. Saat oknum inisial H dan Herman di hubungi lewat via telp, telp nya tidak dapat di hubungi, kata Wanto.

Sekjen LSM RPI Herman mengatakan ke netizenews.co.id lewat via celuller, Kamis (17/05/2018) adanya pemberitaan di media online netizenews.co.id tentang yang berinisial (H) warga Batanghari yang mengatas namakan anggota LSM RPI itu tidak benar karena setahu saya (H) mempunyai Lembaga tersendiri yaitu Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), sebutnya.

Aku Herman, Memang benar sayo mengenal H sayo berulang kali menghubungi H lewat telp celullar namun sepertinya No Hp nya tidak aktif, kata Herman

(Sopyan Abusro)