Sangat Memalukan..! Oknum DPRD Tersangka KPK Kasus Korupsi Pimpin Paripurna HUT Prov. Jambi ke 62

JAMBI – Hitler pernah berkata: pengulangan yang membedakan kebenaran dari kepalsuan. (Sering kali) kepalsuan yang diulangi secara terus-menerus diterima sebagai kebenaran. Manusia bisa mempercayai apa saja. Ia bisa percaya pada kepalsuan. Ia bisa dibohongi dengan sangat mudah… ia dapat mempercayai apa saja yang diulangi secara terus-menerus.

benarkah pengulangan kepalsuan terjadi?

Provinsi Jambi yang sudah cukup berumur berulang tahun hari ini. diulang tahun yang ke 62 di seremoni yang sakral itu. kita akan melihat fenomena tentang kepalsuan yang di pertontonkan seakan akan jadi tuntunan yang harus di ikuti, dan menjadi bangunan wacana kebenaran atas pengulangan kepalsuan itu.

begitu pongahnya penguasa negeri Jambi kami ini.

Ada hal yang kurang pantas ditontonkan oleh para wakil rakyat di gedung DPRD provinsi Jambi, ketika pada pelaksanaan Paripurna HUT provinsi Jambi ke 62 tahun, yang di gelar di gedung DPRD provinsi Jambi pada hari Senin (7/1/2019).

Peristiwa tersebut terlihat sangat memalukan pasalnya yang memimpin Paripurna tersebut adalah oknum anggota DPRD yang telah di tetapkan menjadi tersangkah olek KPK yang tersangkut kasus korupsi uang ketuk palu APBD Provinsi Jambi tahun 2017 yang juga menyeret Gubernur Jambi, yang telah di vonis beberapa waktu yang lalu.

Ketua PMII Provinsi Jambi Ramazani Novanda angkat bicara melihat kejadian ini, dia mengatakan hari ini Jambi sudah di ambang kehancuran, mengapa tidak, kegiatan sesakral tersebut masih di pimpin oleh seorang yang telah melakukan pelanggaran konstitusi, bahkan sudah di tetapkan sebagai tersangka.

” Sunggu sangat di sayangkan apa yang terjadi hari ini di gedung DPRD Provinsi Jambi, hari Paripurna HUT Provinsi Jambi sudah tercoreng oleh para pejabat yang tidak tahu diri, coba lihat anggota DPRD yang sudah jadi tersangka hadir di sana bahkan masi memimpin paripurna, jikalau boleh saya berpendapat bahwa Jambi hari ini di ambang kehancuran”.

Sudah kita ketahui bahwa sudah ada 12 anggota DPRD Provinsi Jambi yang sudah di tetapkan sebagai tersangkah, mengenai kasus suap ketuk palu APBD Provinsi Janbi tahun 2017, diantaranya adalah pimpinan DPRD provinsi jambi 2014-2019.

Selanjutnya, mungkin kami akan mengambil sikap tegas akan peristiwa ini supaya tidak lagi terulang kembali, jangan-jangan nanti sudah menjadi tersangka masih menggunakan fasilitas Negara.

Mungkin kami harus datang ke rumah rakyat tersebut kembali dan bawa rantai lalu kita tutup untuk sementara, supaya ini semua anggota DPRD Provinsi Jambi di jebloskan kedalam jeruji besi.

Kepada penegak hukum jangan kendor sedikitpun untuk menangani kasus ini sampai selesai, kami pastikan kami siap untuk berjihad gerakan, demi kemajuan bumi sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini,” pungkas Ari Anggara Sekjen PKC PMII Jambi, dengan nada tinggi.
(Afdol)