Program Unggul Diknas Sarolangun Mengaji dan Shalat Berjamaah Bagi Siswa/i

SAROLANGUN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun mempunyai dua program unggulan untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun, yakni program 15 menit baca Alquram sebelum belajar dan gerakan sholat berjamaah di sekolah.

Kepala dinas Pendidikan, Lukman, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Murtoyo, Rabu kemarin (20/2/2019) mengatakan, bahwa untuk memaksimalkan kedua program tersebut, khususnya gerakan sholat berjamaah di sekolah. Pihaknya akan membuat jadwal sholat berjamaah bersama Bupati Sarolangun Cek Endra, yang akan turun langsung bersama siswa dan para guru di sekolah, seperti kemarin, di SMP 9 Mandiangin, terangnya.

“Program ini kita sambut baik, kita akan buat jadwalnya ke sekolah sekolah, tapi tentunya tidak semuanya yang di datangi Bupati kan tidak mungkin, tapi kami akan dampingi turun ke sekolah-sekolah,” katanya.

Kata Murtoyo, saat ini pihaknya juga sudah membentuk grup whatsup, yang didalamnya ada Bupati Sarolangun Cek Endra, Kepala dinas pendidikan dan seluruh kepala sekolah di semua kecamatan. Sehingga hubungan komunikasi dan juga informasi bisa lebih mudah, bahkan setiap hari para kepala sekolah mengirimkan photo-photo kegiatan keagamaan seperti mengaji, sholat berjmaah yang sangat direspon baik oleh Bupati Sarolangun Cek Endra.

“Yang jelas, sekarang ini pak Bupati ada di semua grup wa kepala sekolah tiap kecamatan, semua kegiatan keagamaan dilaporkan secara langsung oleb kepala sekolah, baik kegiatan 15 menit baca alquran sebelum belajar atau sholat berjamaah, baik SD ataupun SMP. Kecuali memang di daerah Kecamatan Batang Asai, kadang baru bisa dilaporkan pada malam hari karena terkenda sinyal,” katanya.

Selain itu, katanya, sesuai dengan Perbup Nomor 54 Tahun 2016 tentang program 15 Menit Baca Alquran sebelum belajar, diharapkan para siswa khususnya yang beragama islam, tidak ada lagi yang buta aksara Al Quran.

“Tujuan utama, membiasakan anak-anak ajaran agama dengan sebaik-baiknya. Ketika datang waktu sholat, ya mereka sholat. dan tidak ada lagi anak-anak kita yang buta aksara Alquran,” katanya.

(Afdol)