Lima Program Unggulan RSUD Khatib Quzwein

SAROLANGUN – Dalam peningkatan Pelayanan yang baik terhadap pasien berhasil dibuktikan oleh pihak RSUD Chatib Quzwain. Pasalnya RSUD kebanggaan warga Sarolangun ini, telah mengantongi pengakuan akreditasi bintang I dari Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Pusat pada Juni 2016 lalu.

Tentu Saja pelayanan merupakan hal yang sangat penting dan sering menjadi keluhan masyarakat pada isntansi pelayan publik seperti Rumah sakit, karena dengan pelayanan yang baik akan memberikan kenyamanan dan kepuasan tersendiri bagi pasien itu.

Maka dari itu, demi meningkatkan kualitas mutu pelayanan RSUD Sarolangun,  terus melakukan upaya perbaikan pelayanan publik sehingga kualitas pegawai RSUD yang bernar-benar sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak menajemen RSUD.

Setelah mendapatkan predikat Akreditasi tersebut, pihak Rumah Sakit Khatib Quzwein memiliki lima Program dalam memberi pelayanan yang prima.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Khatib Quzwein Dr. Ir Irwan Mizwar melalui Kabid Pelayanan Medis ( YANMED ) Dr. Bambang Hermanto di saat dijumpai kemarin Senin (7/1/2019)
mengatakan lima program itu yakni, yang perrama menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan angka kesehatan ibu dan bayi, ke dua menurunkan angka kesakitan HIV/AIDS, ke tiga menurunkan angka kesakitan tuberkulosi, ke empat pengendalian resistensi antimikroba, dan ke lima pelayanan geriatri.

“Ini yang akan kita lakukan pada tahun ini, mudahan apa yang kita harapkan berjalan dengan normal, tentu saja perihal ini perlu dukungan dan support dari masyarakat, “Ungkap Dr Bambang.

Perihal itu dilakukan tidak lain dan tidak bukan Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia terutama bagi warga masyarakat Sarolangun.

Selain dari itu, ia juga mengatakan jika pelayanan rumah sakit tersebut sudah diakui oleh negara lantaran pelayanan terhadap masyarakat menurutnya sudah maksimal. “Alhamdulilah Pelayanan kita sudah diakaui oleh negara, Buktinya kita sudah mengantongi Akreditasi”.
(Afdol)