Jemari yang Berujung Jeruji Besi

Oleh : IRWAN HENDRIZAL
Advokat Tinggal di Sarolangun Jambi

Kehidupan manusia sehari-hari tidak bisa lepas dari kebutuhan untuk (berkomunikasi) karena manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang saling berhubungan secara timbal balik dengan manusia lainya.

Salah satu alat yang digunakan manusia untuk (berkomunikasi) adalah handp phone. Hadirnya (smart phone) atau telepon genggam yang mempunyai kemampuan tinggi dengan penggunaan fungsi yang menyerupai komputer yang terkoneksi langsung pada jaringan internet.

Asyiknya menggunakan (smart phone) dengan berbagai aplikasi cangih tersebut sehingga membuat ungkapan “yang jauh terasa dekat, yang dekat terasa jauh”.
Hal ini sering kita lihat karena banyak nya pengguna (smart phone) asyik sendiri tanpa memperdulikan orang yag ada disekitarnya.

Salah satu aplikasi yang dihadirkan oleh (smart phone) yang banyak diminati untuk (berkomunikas) mengungkapkan perasaan hati yang sedang dialami sesorang adalah media sosial. Bahkan media sosial juga digunakan untuk menawarkan produk-produk untuk dijual atau dipromosikan.

Penguna media sosial saat ini semakin marak semua tingkatan masyarakat sekarang sudah mengenal media sosial dari Pejabat sampai rakyat Jelata.

Sehingga dibuatnya suatu UU Nomor 11 Tahun 2008 dan UU No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi Elektronik oleh pemerintah Indonesia sangat bermanfaat karena memberikan kepastian hukum bagi pengguna media sosial.

Dengan adanya regulasi hukum yang mengatur informasi eloktronik ini banyak penguna media sosial yang tidak memahami koridor hukum diproses bahkan dijatuhi hukuman pidana tanpa pandang bulu.

Asyiknya mengunakan media sosial terkadang tanpa kita sadiri atau kita sengaja ada ungkapan (postingan) yang kita sampaikan disosial media tersebut menyakitkan hati dan perasaan orang lain bahkan menghina orang lain.

Sebagai penguna sosial media sudah saatnya kita harus cerdas jangan sampai terjerumus kedalam penjara karena postingan kita, maka dari itu kita harus memahami dan mengerti larangan-larang yang diatur dalam UU ITE.

Ada banyak perbuatan yang dilarang oleh UU ITE tersebut secara umum sebagai berikut :

Postingan yang menyerang nama baik orang lain pada media sosial dapat dijerat dengan pasal 27 ayat (3) UU ITE juncto Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP juncto Pasal 45 ayat (1) UU ITE.

Postingan yang mengadung unsur pornografi atau menyebar percakapan yang mengadung unsur seks pada media sosial dapat dijerat dengan pasal 27 ayat (3) UU ITE Juncto pasal 29 UU RI Nomor 44 Tahun 2008.

Postingan yang yang mengadung unsur hoaks/kabar bohong pada media sosial dapat dijerat dengan pasal 28 ayat (1) UU ITE Juncto pasal 45 ayat (2) UU ITE.

Bagaimana dengan peretas (hacker) terhadap akun media sosial (Facebook) milik orang lain, dapatkah orang tersebut dipidana ??
Perbuatan peretas (hacker) terhadap akun media sosial (Facebook) milik orang lain, dapat dikategorikan melanggar ketentuan pasal 30 UU ITE dan dapat dipidana sesuai dengan ketentuan UU ITE.

Dari berbagai ketentuan dan ancaman pidana yang diatur dalam UU tersebut sudah saat nya kita harus pintar seperti (smart phone) bijak dalam membuat postingan jangan usil dengan akun media sosial milik orang lain Karena akan berdampak buruk terhadap diri kita sendiri.