Diduga Pemkab Sarolangun Rugi, PPJ PLN Menguap 2, 7 Miliar

 


NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Pajak Penerangan Jalan (PPJ) diatur dalam Peraturan Daerah Kab. Sarolangun No.15 tahun 2012 tentang perpajakan penerangan jalan. Pasal (6) ayat (1) tarip Pajak Penerangan Jalan ditetapkan 10 % ( sepuluh persen),
PPJ adalah merupakan suatu kewajiban pajak konsumen terhadap penerangan jalan yang wajib dibayar konsumen sesuai dengan pemakaiannya.

Saat netizenews.co.id bertandang ke Direktur PLN Kab. Sarolangun Rudy beberapa saat yang lalu menjelaskan, jumlah pelagan PLN sekarang sudah mencapai 55 ribu pelanggan dan setiap bulannya pihak PT. PLN menyetor hasil uang Pajak Penerangan Jalan setiap bulannya lebih kurang 500 juta kepada Kasdaerah (Kasda) Kab. Sarolangun, katanya.

Kemudian setelah informasi yang dihimpun netizenews.co.id, Pemerintah Kabupaten Sarolangun Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) realisasi penerimaan Pemkab Sarolangun Periode 1 Desember 2016 s/d 20 Desember 2016, penerimaan Pajak Penerangan Jalan PLN sebesar Rp. 7. 165. 495. 020.00.

Jikalau diàmati dari jumlah pelanggan yang ada di Kab. Sarolangun besarnya 55 ribu pelanggan dan setiap pelanggan membayar PPJ 10 % (sepuluh persen), dan dikalkulasikan rata2 pelanggan pemakaian/ KK Rp. 150 ribu/bulan dipotong pajak 10 % dangan jumlah uang Rp. 15.000 x 55. 000 = Rp. 825.000.000/bulan X 12 bulan= Rp. 9.900.000.000 dikurang realisasi penerimaan Pemkab Sarolangun periode 1 Desember 2016 s/d 20 Desember 2016 Rp. 7,165,495,020 diduga sisa kerugian penerimaan PPJ Pemkab Sarolangun menguap sebesar Rp. 2, 734,504,980. Miliar.

Secara terpisah netizenews.co.id tabayyun ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Adim, selasa (22/8/2017) persoalan yang dialami mengenai PPJ dari PLN Pemkab Sarolangun hanya menerima laporan rincian secara tertulis persoalan uang PPJ pihak PLN langsung menyetor ke Kas daerah Kab. Sarolangun, katanya.

(Sopyan Abusro)