Ancaman Bakar Hutan, Caleg PBB DPR-RI Menyayangkan Regulasi Tidak Berpihak Petani Tradisional

SAROLANGUN – Dinas Manggala Agni Kabupaten Sarolangun mensosialisasilan kepada masyarakat Kelurahan Aur Gading Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun, melalui para Ketua RT di lingkungan Kelurahan Aur Gading, agar masyarakat tidak membuka lahan perkebunan atau lahan pertanian dengan cara membakar, Kamis (11/10/2018) di ruang Aula Kelurahan Aur Gading Jam. 13.00 WIB.

Dalam acara tersebut dihadiri Lurah Aur Gading Zainal Muttakin,S.ST, Babinsa Koramil 042 Sarko, Ketua LPM Ali. AB, dihadiri 22 para Ketua RT Kelurahan Aur Gading, dan Ketua RT. 04 sekaligus sebagai Caleg DPR-RI Dapil Prov. Jambi Partai Bulan Bintang dengan Nomor Urut. 4.

Dalam Sosialisasi tersebut petugas Manggala Agni Herry menghimbau kepada masyarakat melalui para ketua RT lingkung Kelurahan Aur Gading. Agar masyarakat tidak membakar Hutan dan Lahan karena akan menimbulkan dampak terhadap kerusakan lingkungan tidak hanya sekedar musnahnya ekosistem tapi kabut asap yang ditimbulkannya merusak kehidupan, Pembakaran hutan atau lahan merupakan kejahatan yang harus diperangi secara komprehensif oleh setiap pihak. salah satu upaya untuk membalas pelaku pembakaran hutan atau lahan adalah dengan mengenakan hukuman pidana penjara dan denda semaksimal mungkin, untuk membuat jera dan menjadi pelajaran bagi yang melakukan perbuatan tersebut.

Undang Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan:

Pasal 50 ayat (3) huruf d :

Setiap orang dilarang membakar hutan

Pasal 78 ayat (3) :

Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

Pasal 78 ayat (4) :

Barang siapa karena kelalaiannya melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu milyar lima ratus juta rupiah).

Dalam kesempatan tersebut, pada prinsipnya Caleg DPR-RI Dapil Prov. Jambi Partai Bulan Bintang dengan Nomor Urut. 4 Sopyan Abusro, SIP sangat setuju dg regulasi yang dibuat agar masyarakat tidak membakar lahan. Namun khendaknya selain dari pada itu mestinya pemerintah dapat memberi solusi bagi masyarakat petani tradisional untuk membuka lahan tanpa di bakar. Setelah di minta solusinya pada Manggala Agni Herry, ternyata sangat di sayangkan tidak ditemukan solusinya bagi masyarakat petani.

Sopyan Abusro menilai, akibat dari regulasi tersebut tidak berpihak kepada para petani tradisional ketika pada musim kemarau datang para petani tradisional membuka lahan dengan cara membakar, tidak sedikit para petani akibatnya mendekam di penjara. Semestinya UU tersebut dapat di revisi, di dalam dunia ini yang tidak bisa di revisi yakni merubah Alquran dan Sunnah, selain dari pada itu semunya dapat dirubah, tegas Sopyan Abusro, Sip.